Sunday, January 29, 2017

Pengertian Konstipasi atau Sembelit

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi sulit buang air besar secara teratur, tidak bisa benar-benar tuntas,  atau tidak bisa sama sekali. Secara umum, seseorang bisa dianggap mengalami konstipasi apabila buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Tiap pengidap bisa mengalami konstipasi dengan tingkat keparahan berbeda-beda. Ada yang mengalaminya untuk waktu singkat dan ada juga yang jangka panjang atau kronis. Konstipasi kronis biasanya menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman yang bisa memengaruhi rutinitas sehari-hari.

Penyebab dan Faktor Risiko Konstipasi
Konstipasi atau sembelit merupakan penyakit yang sangat umum dan bisa diderita oleh siapa saja. Meski demikian, penyakit ini dua kali lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria, terutama pada masa kehamilan. Lansia juga termasuk kelompok orang yang lebih sering mengalaminya.

Penyebab konstipasi pada seseorang bisa lebih dari satu faktor. Misalnya, kurang minum, kurang konsumsi serat, perubahan pola makan, serta kebiasaan mengabaikan keinginan untuk buang air besar, efek samping obat-obatan, dan gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

Sementara pada anak-anak, pola makan yang buruk, rasa cemas saat menggunakan toilet, dan masalah saat latihan menggunakan toilet bisa menjadi penyebab konstipasi.
Langkah Pengobatan Konstipasi
Perubahan pola makan dan gaya hidup merupakan langkah utama dalam mengobati konstipasi. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  •     Meningkatkan konsumsi serat per hari secara bertahap.
  •     Mengonsumsi lebih banyak air putih.
  •     Lebih sering berolahraga.

Jika perubahan sederhana pada pola makan dan gaya hidup tidak bisa membantu, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Setelah mendiagnosis kondisi Anda, dokter umumnya akan memberikan obat pencahar untuk melancarkan proses buang air besar. Langkah ini biasanya efektif, tapi tubuh Anda membutuhkan waktu beberapa bulan untuk membiasakan diri dengan proses buang air besar secara rutin.
Pencegahan dan Komplikasi Konstipasi
Di samping mengubah pola makan dan gaya hidup, Anda juga bisa mengurangi risiko konstipasi dengan tidak mengabaikan keinginan untuk ke toilet dan mengatur jadwal buang air besar agar bisa dilakukan dengan leluasa dan nyaman.

Konstipasi jarang menyebabkan komplikasi. Namun jika dialami dalam jangka panjang, konstipasi dapat menyebabkan hemoroid atau wasir, impaksi feses (menumpuknya tinja kering dan keras di rektum), sobeknya kulit pada anus, serta prolaps rektum (sebagian usus yang mencuat keluar dari anus akibat mengejan).

Sebab Wajib Menjauhkan Buah Hati dari Asap Rokok

Asap rokok yang terpapar kepada perokok pasif lebih berbahaya daripada yang diisap oleh perokok aktif. Apalagi anak-anak dan bayi, mereka adalah golongan yang paling rentan jika terpapar asap rokok.

Paparan asap rokok membuat kelompok ini berisiko mengalami berbagai gangguan penyakit. Bahkan, bayi yang terpapar asap rokok berisiko tinggi mengalami sindrom kematian bayi mendadak.

Jauhkan Asap Rokok Sekarang Juga
Rokok memiliki efektivitas yang sangat baik dalam menyebarkan bahan kimia beracun. Jika diisap di dalam rumah, maka seluruh rumah Anda akan menjadi tempat yang nyaman bagi nikotin, karbon monoksida, dan aneka karsinogen berat. Karsinogen sendiri adalah segala sesuatu yang bisa menyebabkan kanker.

Parahnya, semua zat tersebut tidak hanya ada di lokasi Anda merokok. Seluruh ruangan di dalam rumah, termasuk kamar anak-anak dan bayi, berisiko dihinggapi oleh berbagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Hanya beberapa menit saja yang dibutuhkan untuk persebaran segala zat berbahaya tersebut.

Selain jangkauan luas dan persebarannya yang cepat, asap rokok juga memiliki durasi bertahan yang cukup lama. Asap rokok bisa bertahan di udara hingga 2,5 jam, bahkan saat ventilasi rumah atau jendela dibuka. Untuk mendeteksinya juga tidak mudah, sebab meski tidak terlihat dan tanpa bau.

Lalu bagaimana cara terbaik agar buah hati kita terhindar dari asap rokok? Jangan pernah biarkan ada perokok di rumah, bahkan di luar ruangan sekalipun. Karena di manapun Anda merokok, asapnya berisiko menjangkau anak-anak atau bayi.

Asap rokok juga bisa mengendap di lantai dan benda-benda yang ada di sekitar tempat Anda merokok. Hal ini tentu membahayakan bagi buah hati kita, mengingat mereka sering bermain di lantai dan menyentuh benda-benda di sekeliling.

Racun yang berasal dari asap rokok juga dapat menempel di badan, baju, rambut, dan tangan Anda. Agar aman, jangan pernah langsung bersentuhan dengan anak-anak atau bayi Anda. Mencuci tangan, muka, dan mengganti pakaian sebaiknya dilakukan dulu agar anak-anak aman dari racun rokok.
Alasan Hal Ini Harus Dilakukan
Sebegitu berbahayakah paparan asap rokok bagi anak-anak dan bayi Anda? Patut diketahui bahwa anak-anak dan bayi memiliki kondisi tubuh yang masih berkembang. Jangan heran jika bayi rentan mengidap gangguan pernapasan. Asma dan penurunan fungsi paru-paru adalah dua gangguan yang bisa diidap buah hati Anda jika terpapar oleh asap rokok dalam jangka panjang. Selain itu, radang paru-paru dan bronkitis juga rentan diderita oleh bayi yang terpapar asap rokok.

Sinus bayi yang terpapar asap rokok juga berisiko memicu produksi cairan berlebihan di telinga bagian tengah. Jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin mereka akan terkena infeksi telinga yang bisa berujung kepada hilangnya kemampuan pendengaran.

Bayi yang memiliki ibu perokok berisiko lebih tinggi mengalami kematian mendadak dibandingkan yang memiliki ibu bukan perokok. Selain itu, anak-anak atau bayi yang terpapar rokok juga memiliki risiko terkena meningitis lebih tinggi . Batuk dan pilek juga akan lebih mudah menyerang anak-anak dan bayi yang terpapar asap rokok.

Sebagian orang merasa mendapatkan kesenangan dari menghirup asap rokok, tapi jangan biarkan kesenangan tersebut justru membahayakan keluarga tercinta di rumah.

Vitamin dan Mineral yang Dibutuhkan Saat Hamil

Janin membutuhkan nutrisi yang cukup agar dapat bertumbuh dan berkembang menjadi bayi yang sehat. Jika Anda sebagai ibu tidak mendapatkan cukup nutrisi dan vitamin dari makanan yang Anda konsumsi, suplemen kehamilan dapat menjadi pelengkap dalam diet Anda.

Para ahli kesehatan dan dokter setuju, mengonsumsi makanan sehat dan beragam adalah cara terbaik untuk mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan bayi Anda selama masa kehamilan. Meski begitu, tubuh Anda mungkin saja tetap kekurangan nutrisi-nutrisi utama yang diperlukan janin untuk bisa bertumbuh secara maksimal. Itulah sebabnya sebagian ibu hamil membutuhkan suplemen kehamilan untuk mengisi kekosongan tersebut.

Suplemen bagi ibu hamil mengandung banyak vitamin dan mineral, tapi beberapa kandungan terpenting yang paling diperlukan oleh ibu hamil dari suplemen kehamilan adalah asam folat, vitamin D, kalsium, dan zat besi.
Asam Folat
Asam folat yang cukup diperlukan untuk mencegah munculnya neural tube defect (NTD), yaitu cacat pada sistem saraf bayi. NTD biasanya mulai berkembang pada 28 hari pertama setelah pembuahan. Pada saat itu, kebanyakan wanita bahkan belum menyadari bahwa mereka hamil. Karena itulah bagi para wanita yang sedang berupaya mendapatkan anak atau menjalani program kehamilan, sangat disarankan untuk mengonsumsi 400 mikrogram asam folat tiap hari sampai kehamilan mencapai usia 3 bulan.

Selain melalui suplemen, Anda juga bisa mendapatkan asam folat alami dari makanan-makanan yang Anda konsumsi, seperti sayuran hijau, nasi dari beras berwarna cokelat, kacang-kacangan, dan jeruk.
Vitamin D dan Kalsium
Ibu hamil atau mereka yang sedang menyusui, disarankan untuk minum 10 mikrogram vitamin D tiap hari dan 200-300 miligram kalsium. Vitamin D dan kalsium sangat berperan dalam kesehatan tulang dan gigi. Ibu hamil membutuhkan vitamin D dan kalsium lebih banyak selama masa kehamilan untuk menunjang pertumbuhan tulang bayi.

Kekurangan vitamin D membuat anak-anak rentan untuk mengalami pertumbuhan tulang yang abnormal. Kalsium juga sangat dibutuhkan oleh para ibu hamil. Kalsium yang dikonsumsi ibu hamil akan digunakan para bayi untuk membentuk tulang. Kalsium dapat ditemukan di makanan seperti tahu, tempe, kacang merah, dan susu kedelai.

Anda juga bisa mendapatkan vitamin D secara alami dari ikan seperti salmon dan sarden, telur, dan daging. Berjemur di bawah sinar matahari juga merupakan sumber vitamin D terbaik bagi tubuh Anda.
Zat Besi
Ibu hamil membutuhkan zat besi yang cukup sebagai pembentuk sel-sel darah merah karena sel darah merahlah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh Anda dan juga kepada bayi Anda. Kekurangan zat besi akan menimbulkan anemia yang bisa membuat ibu hamil terus-menerus merasa lelah, pusing, lemah, dan pucat. Selain itu, zat besi juga sangat penting dalam pertumbuhan bayi. Kekurangan zat besi dalam masa kehamilan membuat risiko bayi menderita anemia setelah lahir lebih tinggi. Kondisi ini juga meningkatkan risiko bayi untuk lahir prematur dan terlahir dengan berat badan di bawah rata-rata.

Suplemen untuk menambah zat besi bisa menyebabkan konstipasi dan mengganggu penyerapan nutrisi-nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. Cobalah untuk mendapatkan zat besi dari sumber-sumber  alami terlebih dahulu, seperti daging tanpa lemak, sayuran berdaun hijau gelap, buah kering, dan kacang-kacangan. Tapi jika masih belum cukup, konsumsilah suplemen penambah zat besi.
Suplemen Kehamilan Terbaik
Secara umum, suplemen yang Anda butuhkan pada masa kehamilan sebaiknya mengandung vitamin dan mineral berikut ini.

  •     400 unit vitamin D
  •     250 miligram kalsium
  •     400-800 mikrogram asam folat
  •     30 miligram zat besi
  •     2 miligram tembaga
  •     2 miligram vitamin B6
  •     15 miligram zinc
  •     50 miligram vitamin C

Meski begitu, selalu ingat untuk terlebih dahulu menanyakan tiap suplemen yang Anda minum dengan dokter kandungan Anda. Melalui pemeriksaan yang tepat, dokter Anda akan mengetahui vitamin serta mineral apa yang paling dibutuhkan oleh tubuh dan janin Anda.

Ingatlah bahwa suplemen kehamilan merupakan pelengkap dan bukan pengganti makanan Anda. Selain itu jangan mengonsumsi vitamin dalam dosis yang terlalu tinggi karena malah dapat berdampak buruk pada Anda dan bayi Anda.

Apa itu asam lambung ? Pengertian Penyakit Asam Lambung

Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah masalah yang cukup umum terjadi di masyarakat. Kondisi ini disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju esofagus dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada. Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung.
Penyebab Naiknya Asam Lambung atau GERD
Penyakit asam lambung atau GERD pada umumnya disebabkan oleh tidak berfungsinya lower esophageal sphincter (LES). LES adalah lingkaran otot pada bagian bawah dari esofagus. LES berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke perut. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di perut agar tidak naik kembali ke kerongkongan atau esofagus.

Jika tidak LES menjadi longgar dan tidak menutup dengan baik, asam lambung bisa keluar dari perut dan menyebabkan penyakit asam lambung. Penyebab penyakit asam lambung biasanya terkait dengan faktor kelebihan berat badan, keadaan hamil, atau konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak.

Gejala GERD yang dirasakan adalah sensasi rasa terbakar di bagian dada atau nyeri ulu hati. Akibatnya, kita akan merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan.

Mulut serta kerongkongan juga akan terasa tidak enak. Kita juga akan mengalami rasa sakit dan kesulitan saat menelan makanan. Perawatan secara serius akan diperlukan jika gejala GERD di atas muncul secara terus-menerus.
Diagnosis Asam Lambung atau GERD
Untuk melakukan diagnosis penyakit asam lambung atau GERD, dokter cukup menanyakan gejala-gejala yang Anda alami. Penelitian lebih lanjut untuk memastikan diagnosis bisa dilakukan melalui prosedur endoskopi.

Endoskopi sendiri menggunakan alat yang disebut endoskop. Sebuah tabung fleksibel panjang dengan lampu dan kamera pada bagian ujungnya. Alat ini akan dimasukkan melalui mulut untuk melihat penyebab naiknya asam lambung dan jika ada luka di dinding esofagus.
Pengobatan Asam Lambung atau GERD
Pengobatan penyakit asam lambung memiliki tahapan. Cara awal yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mengganti menu makanan, yaitu beralih ke menu makanan yang rendah lemak dan bergizi. Tapi ketika perubahan menu makanan tidak berhasil, obat-obatan akan digunakan untuk meredakan gejala yang dirasakan.

Jika langkah pengobatan yang sudah dijalani masih belum berhasil, mungkin perlu dilakukan operasi untuk mengatasi GERD. Bagi penderita yang mengalami penyakit asam lambung secara kambuhan, mungkin perlu diberikan dosis obat untuk jangka panjang.
Komplikasi Akibat Asam Lambung atau GERD
Komplikasi penyakit asam lambung yang paling sering terjadi adalah esofagitis. Esofagitis adalah peradangan atau inflamasi pada dinding esofagus atau kerongkongan. Pada kasus esofagitis yang parah, penderita akan kesulitan menelan karena munculnya tukak. Tukak terbentuk ketika lapisan dinding esofagus tererosi sehingga menjadi luka. Pada kasus yang lebih parah lagi, bisa terjadi kanker esofagus.

Apa Itu Mual ? Pengertian Mual

Mual adalah sensasi tidak nyaman pada perut bagian atas yang disertai dorongan untuk muntah. Namun, mual belum tentu diikuti dengan muntah.

Mual dan muntah biasanya merupakan gejala yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Mual jarang sekali menjadi pertanda penyakit yang serius atau bahkan mengancam nyawa seseorang. Kondisi ini adalah cara tubuh untuk membuang materi yang mungkin berbahaya dari dalam tubuh.

Mual juga merupakan efek samping dari berbagai macam obat-obatan, termasuk kemoterapi. Selain itu, terjadinya iritasi atau peradangan di dalam perut juga bisa menyebabkan mual dan muntah.
Penyebab Mual dan Muntah
Penyakit gastroenteritis adalah penyebab paling umum yang mengakibatkan terjadinya mual dan muntah. Gastroenteritis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus di perut. Selain menyebabkan mual dan muntah, gastroenteritis biasanya juga mengakibatkan diare. Perlu diingat bahwa mual dan muntah bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kondisi tertentu.

Selain gastroenteritis, berikut ini adalah beberapa kondisi lain yang umumnya menyebabkan rasa mual:

  •     Radang usus buntu atau apendisitis.
  •     Mual pada awal kehamilan atau morning sickness.
  •     Mabuk laut atau mabuk perjalanan.
  •     Vertigo.

Beberapa kondisi medis yang bisa menimbulkan rasa mual pada seseorang antara lain:

  •     Infeksi kandung kemih.
  •     Bulimia atau penyakit psikologis lain.
  •     Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  •     Hambatan pada saluran pencernaan, hernia, atau batu empedu.
  •     Infeksi ginjal dan batu ginjal.
  •     Beberapa obat-obatan, seperti obat bius, pereda rasa nyeri, atau antibiotik.
  •     Penyakit asam lambung.
  •     Hepatitis.
  •     Infeksi telinga.
  •     Serangan jantung.
  •     Tumor otak.
  •     Gegar otak atau cedera otak lainnya.
  •     Efek samping kemoterapi.
  •     Migrain.

Penyebab lain rasa mual juga meliputi:

  •     Terlalu banyak makan.
  •     Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.
  •     Reaksi terhadap aroma atau bau tertentu.

Khususnya pada bayi dan anak-anak adalah normal bila terkadang mereka muntah sekali-kali dan tidak lebih dari satu atau dua hari. Penyebab yang paling umum adalah penyakit gastroenteritis, biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang juga dapat menimbulkan diare.

Beberapa penyebab kemunculan gejala muntah pada anak-anak mungkin disebabkan oleh kondisi-kondisi berikut ini:

  •     Keracunan makanan.
  •     Infeksi virus.
  •     Mabuk perjalanan.
  •     Terlalu banyak makan.
  •     Alergi terhadap susu.
  •     Batuk.
  •     Demam tinggi.
  •     Sistem pencernaan yang terhambat.

Masalah yang berpotensi timbul akibat muntah yang parah adalah dehidrasi. Kondisi ini akan lebih bermasalah jika terjadi pada anak kecil, apalagi jika mereka mengalami diare juga. Waspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak.

Pada wanita hamil, muntah yang terjadi secara berkepanjangan bisa membahayakan nyawa sang ibu dan janin di dalam kandungannya, hal ini dikarenakan oleh volume cairan tubuh menurun, ketidakseimbangan asam-basa dan elektrolit di dalam tubuhnya juga kekurangan nutrisi.
Saatnya Mencari Pertolongan Medis
Mual dan muntah bukanlah penyakit, tapi merupakan gejala dari kondisi medis tertentu.Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diwaspadai dan dianggap sebagai keadaan darurat:

  •     Terdapat darah dalam muntahan. Biasanya berwarna merah terang atau menyerupai bubuk kopi.
  •     Muntahan berwarna hijau yang berarti mengandung cairan empedu. Bisa menandakan adanya hambatan dalam saluran pencernaan.
  •     Mengalami sakit kepala parah atau leher terasa kaku.
  •     Sakit pada dada yang parah.
  •     Sakit perut parah yang mendadak muncul.
  •     Denyut jantung yang cepat.
  •     Demam tinggi.
  •     Kelelahan, kebingungan, atau kesadaran berkurang.
  •     Pandangan menjadi kabur.
  •     Mengalami muntah-muntah parah selama lebih dari 24 jam.
  •     Mengalami gejala dehidrasi, seperti rasa haus berlebihan, mulut kering, sedikit buang air kecil, urine berwarna gelap, pusing atau pening saat berdiri.

Segera bawa anak Anda ke dokter jika mengalami hal-hal berikut ini:

  •     Bayi atau anak berusia di bawah enam tahun mengalami muntah-muntah selama beberapa jam, disertai dengan diare, tanda-tanda dehidrasi, dan demam. Selain itu, mereka kurang atau tidak buang air kecil selama enam jam.
  •     Anak berusia di atas enam tahun yang muntah-muntah selama lebih dari satu hari, disertai diare, gejala dehidrasi. Disertai dengan demam dan kurang atau tidak buang air kecil selama enam jam.
  •     Jika makanan dan minuman yang dikonsumsi anak tidak dapat bertahan selama delapan jam karena dimuntahkan kembali.

Pengobatan Mual dan Muntah
Ada dua cara penanganan mual, yaitu perawatan sendiri serta pemberian obat-obatan. Beberapa perawatan sendiri yang bisa dilakukan untuk menangani mual adalah:

  •     Usahakan tetap mengonsumsi cairan meskipun sedikit, agar terhindar dari dehidrasi.
  •     Disarankan untuk mengonsumsi minuman manis untuk menggantikan kandungan gula yang hilang.
  •     Makanan yang mengandung garam juga dianjurkan untuk dikonsumsi, supaya dapat mengganti kandungan garam tubuh.
  •     Terlalu banyak aktivitas dapat membuat mual menjadi lebih parah.
  •     Hindari mencium bau yang menyengat atau tidak sedap.
  •     Konsumsilah makanan lunak dan mudah dicerna.
  •     Minum larutan penambah cairan tubuh atau oralit untuk menghindari dehidrasi.
  •     Bagi wanita hamil yang mengalami mual awal kehamilan bisa menjauhi bau makanan atau pemicu-pemicu lain yang menyebabkannya rasa mual makin menjadi-jadi.
  •     Menghentikan obat yang dikonsumsi melalui mulut. Tapi, tanyakan kepada dokter sebelum menghentikan konsumsi obat-obatan Anda.
  •     Makan secara perlahan-lahan dan jangan langsung berbaring setelah makan.
  •     Konsumsi makanan dalam keadaan dingin jika Anda mual saat mencium aroma makanan panas.
  •     Minum atau makanlah jahe yang bisa secara efektif menangani mual.

Beberapa obat-obatan yang bisa diberikan untuk menangani mual adalah sebagai berikut:

  •     Obat anti-emetik. Tidak semua penderita mual bisa ditangani dengan obat jenis ini.
  •     Obat anti-histamin dan anti-kolinergik, biasanya diberikan untuk menghindari mual selama perjalanan dengan kendaraan.
  •     Obat antagonis dopamin, biasanya diberikan bagi penderita mual yang berhubungan dengan sakit kepala atau migrain.
  •     Obat antagonis serotonin, umumnya diresepkan untuk penderita mual akibat penyakit gastroenteritis.
  •     Obat kanabinoid. Pada sebagian pasien kemoterapi obat jenis ini mampu secara efektif mengurangi efek mual.

Pencegahan Mual dan Muntah
Ketika kita mulai merasa mual dan ingin muntah, kita bisa mencegahnya dengan minum sedikit minuman manis, seperti jahe atau jus buah. Tapi, hindari minum jus buah yang terlalu tinggi kadar asamnya, seperti jeruk dan jeruk bali. Mengonsumsi obat antimual sebelum perjalanan juga dapat mengurangi risiko mual di atas kendaraan. Penderita sebaiknya menghindari pemicu mual, seperti:

  •     Memandang kerlap kerlip lampu, karena dapat memicu migrain.
  •     Kondisi panas dan lembap.
  •     Perjalanan laut.
  •     Bau yang menyengat dan tidak sehat.
  •     Mengubah pola makan, bisa menurunkan risiko mual.
  •     Hindari aktivitas fisik berat setelah makan.
  •     Hindari makanan pedas, berlemak tinggi, dan
  •     Hindari makanan yang telah diproses, atau yang mengandung banyak garam.
  •     Hindari minuman yang mengandung kafein, alkohol atau bergas (carbonated drink).

Pada anak-anak, untuk mengurangi risiko agar mereka tidak mual dan muntah, usahakan agar mereka tidak makan sambil bermain-main. Agar tidak mabuk perjalanan, posisikan tempat duduk anak bisa melihat kaca depan. Melihat gerakan cepat dari kaca samping, membaca, atau bermain permainan video di dalam mobil bisa menyebabkan mabuk perjalanan.

Beberapa tindakan pencegahan agar mual yang sudah dirasakan tidak berlanjut muntah adalah:

  •     Minum sedikit minuman jernih, manis dan yang tidak mengandung gas seperti jahe atau jus buah selain jeruk serta anggur.
  •     Posisikan tubuh agar dapat duduk atau bahkan tidur dengan nyaman.


Apa Itu Depresi ? Pengertian Depresi

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu atau lebih yang memengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati (mood) dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari. Ketika mengalami depresi kita akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.

Ketika mengalami depresi, suasana hati yang sedih bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Banyak orang yang menganggap depresi adalah sesuatu yang sepele dan bisa hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya, depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung.

Akibat depresi, kegiatan sehari-hari seperti bersekolah atau bekerja menjadi tidak menyenangkan. Bahkan, untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain maupun keluarga sendiri terasa begitu berat. Depresi bisa membuat Anda merasa hidup ini tidak ada gunanya, bahkan dapat memicu penderita untuk melakukan bunuh diri.

Menurut catatan WHO, setidaknya 350 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi dan lebih dari 800 ribu orang meninggal bunuh diri akibat depresi. Masih banyak penderita depresi yang tidak mengakui kondisi mereka, sehingga tidak pernah ditangani atau setidaknya dibicarakan. Depresi lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki.

Sedangkan di Indonesia sendiri, penyebab kematian akibat depresi menduduki peringkat ke delapan dengan menyumbang 3 persen dari total angka kematian.

Depresi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti gangguan depresi persisten, depresi perinatal, gangguan bipolar, depresi mayor, gangguan afektif musiman, depresi psikotik. Penjelasan lebih lanjut bisa Anda lihat di laman gejala depresi.
Gejala yang Muncul pada Penderita Depresi
Gejala dan juga pengaruh depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala psikologis yang muncul akibat depresi:

  •     Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
  •     Merasa bersedih secara berkepanjangan.
  •     Mudah merasa cemas.
  •     Merasa hidup tidak ada harapan.
  •     Mudah menangis.
  •     Merasa sangat bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya.
  •     Tidak percaya diri.
  •     Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
  •     Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.
  •     Berpikir atau mencoba bunuh diri.

Gejala fisik akibat depresi:

  1.     Badan selalu merasa lelah.
  2.     Gangguan pada pola tidur.
  3.     Merasakan berbagai rasa sakit.
  4.     Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual.
  5.     Bergerak atau berbicara lebih lambat.
  6.     Merasa tidak bisa beristirahat atau kesulitan untuk duduk diam.
  7.     Berat badan berubah.
  8.     Sakit kepala.
  9.     Mengalami kram.
  10.     Gangguan pencernaan tanpa sebab fisik yang jelas.

Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu hubungan dengan orang di sekitar Anda. Untuk depresi yang berat atau parah, depresi bisa berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri.

Ketika merasakan beberapa gejala depresi yang dialami hampir seharian dan berlangsung setiap hari selama dua minggu, segera temui dokter agar proses pemulihan bisa dimulai dan dilakukan sepenuhnya.
Penyebab dan Faktor Risiko Depresi
Tidak ada satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi terpicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis. Jika di dalam riwayat kesehatan keluarga Anda terdapat orang yang menderita depresi, maka terdapat kecenderungan bagi Anda untuk mengalaminya juga.

Beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:

  •     Kejadian tragis atau signifikan seperti kehilangan seseorang atau pun pekerjaan.
  •     Kehamilan dan/atau melahirkan.
  •     Masalah keuangan.
  •     Terisolasi secara sosial.
  •     Trauma masa kecil.
  •     Ketergantungan terhadap narkoba dan/atau alkohol.

Selain hal-hal di atas, beberapa kondisi medis yang berlangsung lama dan mengancam hidup juga bisa memicu depresi pada penderitanya, seperti penyakit jantung koroner, atau kanker. Kelenjar tiroid yang kurang aktif, atau cedera kepala minor yang merusak kelenjar kecil basal otak (pituitary gland) bisa menimbulkan beberapa gejala seperti sangat kelelahan dan kehilangan libido, keadaan ini yang kemudian dapat menimbulkan depresi.
Pengobatan pada Depresi
Teknik pengobatan dan perawatan depresi sangat tergantung kepada jenis dan penyebab dari depresi yang dialami. Terdapat berbagai jenis obat antidepresan yang penggunaannya diresepkan oleh dokter, dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.

Perubahan hidup seperti sering berolahraga dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol dapat memberikan keuntungan bagi penderita depresi. Anda juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok terapi untuk berbagi cerita dan saling memberi dukungan.

Akibat dari depresi yang paling parah adalah kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Cobalah untuk selalu berbagi cerita kepada orang-orang terdekat Anda tentang masalah yang sedang dihadapi. Penderita juga sangat disarankan untuk menemui dokter, terutama jika depresi telah berlangsung lama atau parah. Makin dini penanganan depresi, kemungkinan pemulihan secara menyeluruh bisa didapatkan.

Lawan Morning Sickness Pada Awal Kehamilan

Morning sickness adalah istilah kondisi mual dan muntah yang biasanya terjadi ketika masa awal kehamilan. Tidak hanya terjadi pada pagi hari, ibu hamil juga dapat mengalami morning sickness  pada siang, malam, bahkan sepanjang hari.

Perubahan hormon pada trismester pertama kehamilan diduga merupakan salah satu penyebabnya. Beberapa pakar menduga bahwa ada kaitan antara hCG dengan terjadinya morning sickness. Human chorionic gonadoptrin (hCG) merupakan hormon yang terbentuk selama masa kehamilan. Hormon ini dihasilkan oleh janin  kemudian oleh ari-ari. Hormon inilah yang menjaga kehamilan dan menjaga produksi hormon kehamilan lainnya, yaitu progesteron, tetap stabil.

Penyebab lainnya adalah kemampuan indera penciuman wanita hamil yang meningkat secara signifikan. Hal ini membuat ibu hamil sensitif terhadap bau dan kondisi ini dapat memicu rasa mual. Sebenarnya, gejala mual dan muntah dapat menjadi cara ibu hamil melindungi dirinya dan janin dari keracunan makanan. Kadar zat racun diduga mempengaruhi rasa dan bau makanan. Faktor-faktor inilah yang berpotensi membuat ibu hamil mual dan muntah supaya bayi tidak menyerap makanan tersebut.

Jika morning sickness yang Anda alami masih tergolong normal dan bukan termasuk hiperemesis gravidarum, Anda dapat menanganinya sendiri di rumah. Kuncinya adalah jangan membiarkan morning sickness menurunkan kualitas hidup Anda. Beberapa cara berikut dapat membantu melawan mual dan muntah.

  •     Beristirahat dengan cukup karena kelelahan dapat memperparah morning sickness. Ketika sudah bangun, jangan terburu-buru untuk bangkit dari tempat tidur.
  •     Ketika bangun tidur di pagi hari, bahkan sebelum beranjak dari tempat tidur, langsung makan sedikit roti kering. Lakukan juga ketika terbangun pada malam hari.
  •     Minum air putih yang cukup. Minumlah secara perlahan-lahan agar tidak mual.
  •     Minumlah minuman yang hangat, jangan yang dingin atau dengan rasa serta aroma yang terlalu tajam.
  •     Sebaiknya jangan memakan makanan yang panas karena baunya akan lebih tercium dibanding ketika makanannya sudah lebih dingin.
  •     Pilihlah makanan yang tinggi kandungan protein dan karbohidrat serta mudah dicerna, misalnya keju, cracker, susu dan yogurt, selai kacang, atau apel.
  •     Hindari makanan yang berlemak atau berminyak, dan pedas.
  •     Sebaiknya makan dengan porsi sedikit tetapi sering daripada porsi besar sekaligus. Ibu hamil dapat mengonsumsi kudapan setiap 1-2 jam setiap harinya.
  •     Konsumsilah jahe atau produk berbahan dasar jahe seperti minuman jahe atau permen jahe untuk mengurangi rasa mual.
  •     Hindari makanan atau bau-bauan yang dapat memicu rasa mual.
  •     Hiruplah udara segar. Ibu hamil dapat berjalan-jalan di luar rumah pada pagi hari atau sore hari untuk mendapat udara segar. Jangan lupa untuk membuka jendela agar sirkulasi udara di dalam rumah baik.
  •     Menjauhlah dari asap rokok. Sebisa mungkin jangan ada anggota keluarga yang merokok di dalam rumah. Ibu hamil juga tidak boleh merokok.
  •     Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  •     Konsumsi suplemen seperti vitamin B6 dengan pengawasan dokter.
  •     Jangan terlalu memikirkan morning sickness. Alihkanlah perhatian Anda pada aktivitas ringan yang menyenangkan.

Seiring pertambahan usia janin, gejala morning sickness dapat membaik. Bahkan gejala dapat hilang ketika kandungan berusia 12 minggu. Namun, ada juga wanita dengan morning sickness yang lebih lama atau lebih parah. Sebagian wanita dapat mengalami morning sickness yang lebih lama dari tiga bulan. Dan, walaupun jarang, ada yang mengalaminya hingga usia kehamilan lebih dari lima bulan. Sementara itu, ada pula kasus morning sickness yang parah atau disebut hiperemesis gravidarum (HG).

Ibu hamil yang mengalami HG tidak dapat memasukkan makanan dan minuman karena muntah terlalu sering dan berkepanjangan. Pada beberapa wanita, muntah dapat terjadi lebih dari lima puluh kali dalam sehari. Di samping itu, gejala morning sickness pada penderita HG dapat berlanjut hingga melahirkan. Penderita HG berisiko mengalami penurunan berat badan dan dehidrasi yang berbahaya bagi keselamatan ibu dan janin. Oleh karena itu, kondisi HG memerlukan pertolongan medis yang serius.

Jika cara di atas tidak meringankan gejala morning sickness, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter. Terlebih, jika berat badan menurun lebih dari satu kilogram, mual dan muntah terus berlanjut hingga bulan keempat, muntah lebih dari tiga kali sehari, atau muntah darah.