Posisi Tidur Ibu Hamil Yang Baik Dan Benar : Pada ibu hamil, posisi tidur tidak boleh di anggap sepele karena dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan seperti ; Nyeri otot, pembengkakan kaki, mendengkur dan penurunan atau meningkatnya tekanan darah.
Berikut ini merupakan Posisi Tidur Ibu Hamil Yang Baik Dan Benar yang di rekomendasikan para dokter kandungan.
Hindari posisi tidur telentang
Setelah memasuki kehamilan bulan ke 5 ibu hamil tidak di anjurkan untuk mengambil posisi tidur telentang karena tekanan pembuluh darah dan vena cava inferior bisa meningkat drastis. Tekanan ini bisa menghambat peredaran darah ke tubuh si ibu dan janin.
Ambil posisi menyamping ke kiri
Para ahli kandungan menyarankan ibu hamil untuk mengambil posisi tidur menyamping ke kiri. Hal ini di karenakan dapat memperlancar sirkulasi darah ke jantung maupun ke rahim, janin, dan ginjal si ibu.
Selain itu posisi ini juga dapat membuat bagian abdomen atau perut lebih terasa nyaman dan tidak menekan organ hati yang terletak pada bagian posisi kanan. Dan posisi menyamping kekiri ini dapat mengurangi pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki dan tangan. Di karenakan hal tersebut dapat membantu ginjal lebih leluasa membersihkan zat sisa dan cairan tubuh. Dan apabila ginjal menahan zat sisa dan cairan ibu hamil dapat mengalami edema.
Namun hal itu tidak perlu terlalu di pusingkan mengenai posisi tidur yang sehat, pilihlah posisi yang nyaman bagi ibu hamil.
Gunakan bantal pada saat tidur
Bantal dapat membantu ibu hamil tidur lebih nyaman. Bila terasa sesak nafas taruhlah bantal di bawah sisi samping tubuh untuk menaikan posisi dada dan bila merasakan sakit di bagian hulu hati maka letakan lah beberapa bantal di bagian kepala agar posisi badan bagian atas lebih tinggi.
Ibu hamil boleh mengambil posisi tidur setengah duduk agar asam lambung tidak meningkat. Untuk menyangga tubuh tetaplah pada posisi menyamping ke kiri. Anda dapat mengganjal bantal di bagian punggung dan perut. Bantal khusus untuk ibu hamil juga boleh di gunakan agar membuat tidur menjadi lebih terasa nyaman.
Hal wajar yang terjadi pada ibu hamil sulit untuk tidur nyenyak dan bangun pada malam hari di karenakan sering buang air kecil, sering sesak nafas, jantung terasa berdebar karena meningkatnya detak jantung, sakit punggung, kaki kram, konstipasi, dan rasa sakit pada bagian ulu hati.
Selain itu, stress juga dapat menyebabkan ibu hamil susah tidur. Lakukan beberapa tips berikut ini untuk mendapatkan kualitas tidur pada malam hari :
- Lakukan rutinitas tidur dan bangun tidur di waktu yang sama
- Biasakan tidak melakukan olahraga berat pada saat mau tidur
- Jangan minum kopi, teh dan soda pada saat mau tidur
- Kalau bisa lakukan senam hamil secara rutin
- Jika mengalami kram pada kaki hingga membuat ibu hamil terbangun, coba sandarkan kaki kedinding dan tekan dengan keras untuk mengurangi kram pada kaki.
Selain memperhatikan posisi tidur pada ibu hamil, pastikan juga kebutuhan kalsium tercukupi untuk menghindari terjadinya kram pada kaki. Selain itu nutrisi penting lainya yang bisa di dapatkan dari Sayuran, Buah, dan juga Susu harus di konsumsi dengan seimbang. Dan rutinlah untuk memeriksa kandungan pada dokter spesialis kandungan.
Monday, April 24, 2017
Wednesday, February 1, 2017
Apa itu sakit kepala ? Pengertian Sakit Kepala
Sakit kepala adalah rasa sakit yang muncul di bagian sekitar kepala. Sebagian besar sakit kepala yang terjadi tidak serius dan bisa diatasi dengan mudah, seperti dengan meminum obat pereda sakit, minum air putih yang cukup dan lebih banyak istirahat. Tapi ada beberapa jenis sakit kepala yang memerlukan penanganan lebih karena berkelanjutan atau bahkan ada yang bisa membahayakan nyawa.
Sakit kepala tidak memiliki jangka waktu tertentu, bisa berlangsung kurang dari satu jam atau bahkan selama beberapa hari dan bisa muncul secara tiba-tiba atau perlahan-lahan.
Penyebab Sakit Kepala
Penyebab sakit kepala bisa diakibatkan oleh berbagai hal, namun secara umum sakit kepala bisa dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, yaitu sakit kepala yang tidak terkait dengan penyakit lain atau disebut dengan sakit kepala primer dan sakit kepala yang diakibatkan oleh penyakit lain atau disebut juga sakit kepala sekunder.
Beberapa tipe sakit kepala primer yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut:
Selain itu, di bawah ini adalah beberapa penyebab sakit kepala sekunder yang umum terjadi:
Temui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan lebih lanjut karena sakit kepala yang diderita mungkin saja merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius.
Pengobatan Sakit Kepala
Pengobatan sakit kepala yang dilakukan harus dilihat dari gejala yang dialami dan berdasarkan penyebabnya, karena tidak semua tipe sakit kepala bisa diatasi dengan meminum obat pereda sakit kepala saja. Temui dokter untuk mendiagnosis masalah kesehatan yang menyebabkan sakit kepala.
Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut selain sakit kepala, segera ke rumah sakit terdekat:
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah sakit kepala, seperti istirahat yang cukup, mengelola stres dengan baik, dan rutin berolahraga.
Selain itu, Anda juga harus mencari tahu apa yang menjadi pemicu sakit kepala yang Anda alami dan berusaha untuk menghindarinya.
Sakit kepala tidak memiliki jangka waktu tertentu, bisa berlangsung kurang dari satu jam atau bahkan selama beberapa hari dan bisa muncul secara tiba-tiba atau perlahan-lahan.
Penyebab Sakit Kepala
Penyebab sakit kepala bisa diakibatkan oleh berbagai hal, namun secara umum sakit kepala bisa dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, yaitu sakit kepala yang tidak terkait dengan penyakit lain atau disebut dengan sakit kepala primer dan sakit kepala yang diakibatkan oleh penyakit lain atau disebut juga sakit kepala sekunder.
Beberapa tipe sakit kepala primer yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut:
- Sakit kepala tegang
- Migrain
- Sakit kepala cluster
Selain itu, di bawah ini adalah beberapa penyebab sakit kepala sekunder yang umum terjadi:
- Sinusitis
- Flu
- Infeksi telinga
- Pengar
- Terlalu banyak mengonsumsi obat pereda sakit
- Masalah gigi
Temui dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan lebih lanjut karena sakit kepala yang diderita mungkin saja merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius.
Pengobatan Sakit Kepala
Pengobatan sakit kepala yang dilakukan harus dilihat dari gejala yang dialami dan berdasarkan penyebabnya, karena tidak semua tipe sakit kepala bisa diatasi dengan meminum obat pereda sakit kepala saja. Temui dokter untuk mendiagnosis masalah kesehatan yang menyebabkan sakit kepala.
Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut selain sakit kepala, segera ke rumah sakit terdekat:
- Kesulitan berbicara
- Gangguan pada penglihatan
- Salah satu sisi tubuh menjadi lemah atau lumpuh
- Hilang kesadaran
- Demam
- Sulit berjalan
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah sakit kepala, seperti istirahat yang cukup, mengelola stres dengan baik, dan rutin berolahraga.
Selain itu, Anda juga harus mencari tahu apa yang menjadi pemicu sakit kepala yang Anda alami dan berusaha untuk menghindarinya.
Apa itu migrain ? Pengertian Migrain
Migrain adalah nyeri kepala sedang hingga parah yang terasa berdenyut yang umumnya hanya mengenai sebelah sisi kepala saja.
Penyakit ini lebih sering diidap wanita dibandingkan pria. Menurut hasil penelitian WHO, dari total populasi manusia berusia 18-65 tahun yang melaporkan pernah mengalami sakit kepala, sekitar 30 persen merupakan sakit kepala migrain.
Pada sebagian orang, serangan migrain dapat muncul hanya beberapa kali dalam setahun. Akan tetapi, pada penderita lainnya, migrain dapat muncul hingga beberapa kali dalam seminggu. Pada kasus tertentu, nyeri dapat muncul di kedua sisi kepala dan bahkan menyerang leher penderita.
Mengidentifikasi Migrain
Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis migrain. Migrain dapat didiagnosis dengan mengidentifikasi pola sakit kepala yang sesuai dengan gejala pada migrain.
Selain sakit kepala, sebagian penderita turut merasakan mual, muntah, dan menjadi jauh lebih peka terhadap cahaya atau suara. Ada beberapa jenis migrain yang perlu Anda kenali, yaitu:
Waspadai Kondisi Tertentu
Migrain tergolong penyakit yang umum terjadi sehingga kerap kali dianggap sebagai penyakit yang tidak perlu ditangani secara khusus. Meski begitu, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter jika mengalami serangan migrain lebih dari lima hari dalam sebulan atau jika rasa sakit yang ditimbulkan sudah tidak dapat ditangani dengan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran. Tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak obat pereda rasa sakit secara terus-menerus karena nantinya dapat mempersulit penyembuhan sakit kepala.
Sakit kepala tertentu juga dapat merujuk kepada penyakit serius lainnya, seperti stroke atau meningitis. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:
Jika Anda mengalami atau melihat seseorang mengalami gejala-gejala di atas, segera bawa ke rumah sakit atau hubungi ambulans.
Faktor-faktor yang Menjadi Penyebab Migrain
Penyebab migrain masih belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor berikut diduga berperan menjadi penyebabnya.
Mengenali Pemicu Migrain
Kambuhnya migrain dapat dicegah dengan langkah-langkah berikut:
Bagaimana Menangani Migrain
Migrain dapat berdampak besar bagi kehidupan pengidap. Anda kadang-kadang menjadi tidak bisa beraktivitas secara normal saat terserang penyakit ini dan membutuhkan waktu istirahat di tempat tidur selama beberapa hari saat dan setelah terserang migrain. Terdapat beberapa pengobatan dan metode yang secara efektif dapat membantu mencegah migrain sehingga tidak terjadi banyak gangguan dalam kehidupan pengidap.
Berbaring di dalam kamar gelap sering menjadi solusi yang paling mudah dilakukan ketika migrain menyerang. Salah satu pengobatan yang bisa membantu meringankan rasa sakit yang dirasakan adalah dengan cara mengonsumsi obat-obatan antimuntah untuk mengurangi rasa mual dan muntah. Beberapa obat-obatan lain juga umum digunakan untuk menangani migrain, yaitu obat pereda rasa sakit dan triptan.
Meski serangan migrain terkadang dapat memburuk dari waktu ke waktu, namun umumnya kondisi pengidap cenderung membaik dalam hitungan tahun.
Penyakit ini lebih sering diidap wanita dibandingkan pria. Menurut hasil penelitian WHO, dari total populasi manusia berusia 18-65 tahun yang melaporkan pernah mengalami sakit kepala, sekitar 30 persen merupakan sakit kepala migrain.
Pada sebagian orang, serangan migrain dapat muncul hanya beberapa kali dalam setahun. Akan tetapi, pada penderita lainnya, migrain dapat muncul hingga beberapa kali dalam seminggu. Pada kasus tertentu, nyeri dapat muncul di kedua sisi kepala dan bahkan menyerang leher penderita.
Mengidentifikasi Migrain
Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis migrain. Migrain dapat didiagnosis dengan mengidentifikasi pola sakit kepala yang sesuai dengan gejala pada migrain.
Selain sakit kepala, sebagian penderita turut merasakan mual, muntah, dan menjadi jauh lebih peka terhadap cahaya atau suara. Ada beberapa jenis migrain yang perlu Anda kenali, yaitu:
- Migrain tanpa aura: sakit kepala migrain yang terjadi tanpa tanda-tanda atau gejala. Migrain tanpa aura didiagnosis setelah pasien diketahui memiliki sejarah serangan migrain sebanyak lima kali.
- Migrain dengan aura: tanda-tanda yang mengawali sakit kepala migrain disebut aura. Tanda-tanda yang dirasakan sebelum terjadi migrain ini umumnya berupa masalah penglihatan (kilatan cahaya pada mata), kekakuan pada leher dan kesemutan pada anggota tubuh. Migrain dengan aura juga dikenal sebagai migrain klasik. Jenis ini dialami sekitar sepertiga dari pengidap migrain.
- Aura migrain tanpa sakit kepala: migrain terjadi ketika pengidap merasakan aura atau gejala migrain yang lain, tapi tanpa diiringi sakit kepala.
Waspadai Kondisi Tertentu
Migrain tergolong penyakit yang umum terjadi sehingga kerap kali dianggap sebagai penyakit yang tidak perlu ditangani secara khusus. Meski begitu, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter jika mengalami serangan migrain lebih dari lima hari dalam sebulan atau jika rasa sakit yang ditimbulkan sudah tidak dapat ditangani dengan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran. Tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak obat pereda rasa sakit secara terus-menerus karena nantinya dapat mempersulit penyembuhan sakit kepala.
Sakit kepala tertentu juga dapat merujuk kepada penyakit serius lainnya, seperti stroke atau meningitis. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Sakit kepala sangat parah yang terjadi secara tiba-tiba dan belum pernah dirasakan sebelumnya.
- Lengan dan/atau satu sisi wajah atau seluruh wajah, terasa lemas atau lumpuh.
- Sakit kepala yang bersamaan dengan demam, leher kaku, kebingungan, kejang, penglihatan ganda, dan ruam kulit.
- Bicara dan gerak bibir yang sulit dimengerti.
Jika Anda mengalami atau melihat seseorang mengalami gejala-gejala di atas, segera bawa ke rumah sakit atau hubungi ambulans.
Faktor-faktor yang Menjadi Penyebab Migrain
Penyebab migrain masih belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor berikut diduga berperan menjadi penyebabnya.
- Faktor hormon. Perubahan hormon menyebabkan sebagian wanita merasakan migrain pada masa menstruasi.
- Anak-anak yang memiliki berat badan berlebih memiliki risiko terkena serangan migrain lebih sering.
- Faktor gen. Sekitar setengah pengidap migrain memiliki kerabat dekat yang juga mengalami migrain.
- Perubahan sementara pada zat kimia, jaringan saraf, otak dan pembuluh darah.
- Konsumsi makanan dan minuman tertentu. Kafein, coklat, keju bumbu penyedap msakan (misal: MSG), dan alkohol dapat memicu migrain.
- Faktor pemicu lainnya, seperti stres dan kelelahan turut bisa memicu migrain pada sebagian pengidap.
Mengenali Pemicu Migrain
Kambuhnya migrain dapat dicegah dengan langkah-langkah berikut:
- Menjalani gaya hidup sehat dengan tidur cukup dan teratur, olahraga teratur, pola makan sehat, batasi konsumsi minuman keras, dan kafein.
- Mengenali dan menghindari pemicu migrain, seperti kurang istirahat, stres, dan konsumsi makanan serta minuman tertentu.
- Menghindari konsumsi obat-obatan tertentu, seperti pada wanita yang mengidap migrain, disarankan untuk menghindari obat-obatan yang mengandung hormon estrogen, seperti pil KB.
Bagaimana Menangani Migrain
Migrain dapat berdampak besar bagi kehidupan pengidap. Anda kadang-kadang menjadi tidak bisa beraktivitas secara normal saat terserang penyakit ini dan membutuhkan waktu istirahat di tempat tidur selama beberapa hari saat dan setelah terserang migrain. Terdapat beberapa pengobatan dan metode yang secara efektif dapat membantu mencegah migrain sehingga tidak terjadi banyak gangguan dalam kehidupan pengidap.
Berbaring di dalam kamar gelap sering menjadi solusi yang paling mudah dilakukan ketika migrain menyerang. Salah satu pengobatan yang bisa membantu meringankan rasa sakit yang dirasakan adalah dengan cara mengonsumsi obat-obatan antimuntah untuk mengurangi rasa mual dan muntah. Beberapa obat-obatan lain juga umum digunakan untuk menangani migrain, yaitu obat pereda rasa sakit dan triptan.
Meski serangan migrain terkadang dapat memburuk dari waktu ke waktu, namun umumnya kondisi pengidap cenderung membaik dalam hitungan tahun.
Apa Itu Bell's Palsy ? Pengertian Bell's Palsy
Bell’s palsy adalah kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot di wajah yang yang bersifat sementara. Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi dari wajah akan terlihat melorot. Meski belum dimengerti alasan sepenuhnya, Bell’s palsy lebih umum terjadi pada wanita hamil, penderita diabetes, dan HIV.
Saraf yang rusak pada bagian wajah akan berdampak kepada indera perasa dan cara tubuh Anda menghasilkan air mata dan ludah. Bell’s palsy datang secara tiba-tiba dan umumnya kondisi ini akan membaik dalam hitungan minggu.
Bell’s palsy tidak berhubungan dan bukan terjadi karena stroke. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya kelumpuhan Bell’s palsy pada wajah.
Pada kebanyakan kasus Bell’s palsy, kelumpuhan pada salah satu sisi wajah bisa pulih sepenuhnya. Jika Anda mengalami kelumpuhan di salah satu sisi wajah, segera temui dokter untuk memahami kondisi yang terjadi.
Gejala Bell’s Palsy
Bell’s palsy memiliki gejala yang berbeda-beda pada sebagian orang. Kelumpuhan yang terjadi pada salah satu sisi wajah bisa dijelaskan sebagai kelumpuhan sebagian (kelemahan otot ringan) atau sebagai kelumpuhan total (tidak ada gerakan sama sekali, tapi jarang sekali terjadi). Mulut serta kelopak mata juga akan terpengaruh akibat Bell’s palsy, kedua bagian ini akan kesulitan untuk dibuka dan ditutup.
Bell’s palsy adalah gangguan yang terjadi hanya pada otot dan saraf wajah. Kondisi ini tidak berdampak kepada kinerja otak atau bagian tubuh lainnya. Apabila kelumpuhan di salah satu sisi wajah Anda dibarengi dengan kelumpuhan atau kelemahan pada bagian tubuh lain, segera periksakan ke dokter.
Penyebab Terjadinya Bell’s Palsy
Hingga kini, belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan terjadinya Bell’s palsy. Kondisi ini dipercaya muncul ketika saraf yang mengendalikan otot pada wajah tertekan atau terganggu. Selain itu, kelumpuhan juga diduga disebabkan karena peradangan infeksi virus. Salah satu virus yang diperkirakan menyebabkan Bell’s palsy adalah virus herpes.
Diagnosis Bell’s Palsy
Untuk memastikan diagnosis Bell’s palsy, dokter akan menanyakan perkembangan gejala yang Anda alami. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk mengetahui fungsi saraf wajah. Apabila gejala yang dialami tidak jelas, Anda perlu melakukan beberapa tes, seperti elektromiografi, MRI, atau CT scan.
Mengobati Bell’s Palsy
Untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi pada saraf wajah, prednisolone atau prednison (kelompok obat kortikosteroid) bisa digunakan. Sedangkan untuk mencegah munculnya masalah pada mata yang tidak bisa menutup, Anda mungkin memerlukan obat tetes mata. Sedangkan untuk menutup mata, Anda membutuhkan isolasi.
Bell’s palsy bisa kembali pulih sepenuhnya pada 70 persen pasien yang mengalaminya. Pada sebagian besar orang yang menderita Bell’s palsy, gejala mulai membaik setelah dua atau tiga minggu. Tapi untuk bisa pulih sepenuhnya akan membutuhkan sekitar sepuluh bulan. Pemulihan yang terjadi tergantung pada tingkat kerusakan saraf yang diderita.
Komplikasi Bell’s Palsy
Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat Bell’s palsy.
Khususnya pada Bell’s palsy yang terkait dengan faktor keturunan, ada kemungkinan kondisi ini akan terulang kembali di masa mendatang.
Saraf yang rusak pada bagian wajah akan berdampak kepada indera perasa dan cara tubuh Anda menghasilkan air mata dan ludah. Bell’s palsy datang secara tiba-tiba dan umumnya kondisi ini akan membaik dalam hitungan minggu.
Bell’s palsy tidak berhubungan dan bukan terjadi karena stroke. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya kelumpuhan Bell’s palsy pada wajah.
- Kelumpuhan wajah turunan. Kondisi ini terjadi pada anak yang terlahir dengan kelemahan atau kelumpuhan pada wajah.
- Cedera karena kecelakaan. Terjadi karena luka robek pada dagu atau retak pada tulang tengkorak.
- Cedera karena operasi. Kondisi ini umumnya terjadi saat operasi kelenjar parotid.
Pada kebanyakan kasus Bell’s palsy, kelumpuhan pada salah satu sisi wajah bisa pulih sepenuhnya. Jika Anda mengalami kelumpuhan di salah satu sisi wajah, segera temui dokter untuk memahami kondisi yang terjadi.
Gejala Bell’s Palsy
Bell’s palsy memiliki gejala yang berbeda-beda pada sebagian orang. Kelumpuhan yang terjadi pada salah satu sisi wajah bisa dijelaskan sebagai kelumpuhan sebagian (kelemahan otot ringan) atau sebagai kelumpuhan total (tidak ada gerakan sama sekali, tapi jarang sekali terjadi). Mulut serta kelopak mata juga akan terpengaruh akibat Bell’s palsy, kedua bagian ini akan kesulitan untuk dibuka dan ditutup.
Bell’s palsy adalah gangguan yang terjadi hanya pada otot dan saraf wajah. Kondisi ini tidak berdampak kepada kinerja otak atau bagian tubuh lainnya. Apabila kelumpuhan di salah satu sisi wajah Anda dibarengi dengan kelumpuhan atau kelemahan pada bagian tubuh lain, segera periksakan ke dokter.
Penyebab Terjadinya Bell’s Palsy
Hingga kini, belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan terjadinya Bell’s palsy. Kondisi ini dipercaya muncul ketika saraf yang mengendalikan otot pada wajah tertekan atau terganggu. Selain itu, kelumpuhan juga diduga disebabkan karena peradangan infeksi virus. Salah satu virus yang diperkirakan menyebabkan Bell’s palsy adalah virus herpes.
Diagnosis Bell’s Palsy
Untuk memastikan diagnosis Bell’s palsy, dokter akan menanyakan perkembangan gejala yang Anda alami. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf untuk mengetahui fungsi saraf wajah. Apabila gejala yang dialami tidak jelas, Anda perlu melakukan beberapa tes, seperti elektromiografi, MRI, atau CT scan.
Mengobati Bell’s Palsy
Untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi pada saraf wajah, prednisolone atau prednison (kelompok obat kortikosteroid) bisa digunakan. Sedangkan untuk mencegah munculnya masalah pada mata yang tidak bisa menutup, Anda mungkin memerlukan obat tetes mata. Sedangkan untuk menutup mata, Anda membutuhkan isolasi.
Bell’s palsy bisa kembali pulih sepenuhnya pada 70 persen pasien yang mengalaminya. Pada sebagian besar orang yang menderita Bell’s palsy, gejala mulai membaik setelah dua atau tiga minggu. Tapi untuk bisa pulih sepenuhnya akan membutuhkan sekitar sepuluh bulan. Pemulihan yang terjadi tergantung pada tingkat kerusakan saraf yang diderita.
Komplikasi Bell’s Palsy
Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat Bell’s palsy.
- Gangguan pada mata.
- Kesulitan makan, minum, dan bicara.
- Kelemahan atau kelumpuhan otot secara terus-menerus.
- Otot wajah berkedut.
- Kemampuan indera perasa menurun.
Khususnya pada Bell’s palsy yang terkait dengan faktor keturunan, ada kemungkinan kondisi ini akan terulang kembali di masa mendatang.
Apa Itu Stroke ? Pengertian Stroke
Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Stroke adalah kondisi kesehatan yang serius yang membutuhkan penanganan cepat.
Ketika pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus, maka sel-sel otak akan mulai mati. Karena itu semakin cepat penderita ditangani, kerusakan yang terjadi pun semakin kecil bahkan kematian bisa dihindari. Jika Anda merasakan serangan stroke atau melihat orang lain terserang stroke, segera hubungi rumah sakit untuk meminta ambulans.
Gejala stroke
Ingatlah gejala stroke berikut ini agar dapat melakukan tindakan yang tepat.
Cara bicara penderita tidak jelas atau kacau, bahkan ada juga penderita yang tidak bisa bicara sama sekali walau mereka terlihat sadar
Mata dan mulut pada salah satu sisi wajah penderita terlihat turun
Lengan si penderita mengalami kelumpuhan saat terserang stroke, karena itu mereka tidak mampu mengangkat salah satu atau bahkan kedua lengannya
Segera hubungi rumah sakit jika Anda melihat gejala-gejala di atas.
Latar belakang terjadinya stroke
Otak dapat berfungsi dengan baik jika pasokan oksigen dan nutrisi yang disediakan darah mengalir dengan baik. Jika pasokan darah terhambat, maka otak akan rusak, bahkan seseorang yang terkena stroke bisa meninggal.
Stroke menurut jenisnya
Jenis stroke jika dilihat dari penyebabnya dibagi menjadi dua yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi jika pasokan darah berhenti akibat gumpalan darah dan stroke hemoragik terjadi jika pembuluh darah yang memasok darah ke otak pecah.
Ada juga yang disebut TIA (Transient Ischemic Attack) atau stroke ringan. TIA terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan sesaat yang biasanya diawali dengan gejala pusing, penglihatan ganda, tubuh secara mendadak terasa lemas, dan sulit bicara.
Meski hanya sesaat, tetap harus ditangani secara serius. Karena hal ini biasanya merupakan peringatan akan datangnya serangan stroke berat.
Penyakit stroke di Indonesia
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, terdapat sekitar 12 penderita stroke per 1000 penduduk Indonesia. Stroke juga merupakan penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia.
Orang-orang yang usianya lebih dari 65 tahun paling berisiko terkena stroke. Namun dua puluh lima persen stroke terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 65 tahun, termasuk anak-anak.
Orang-orang yang merokok, kurang olah raga, dan memiliki pola makan yang buruk juga rentan terhadap stoke. Selain itu orang-orang yang sirkulasi darahnya terganggu akibat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, detak jantung tidak teratur atau fibrilasi atrium, dan diabetes, juga lebih rentan terhadap stroke.
Diagnosis stroke
Stroke umumnya didiagnosis melalui tanda-tanda fisik, serta melalui foto atau pencitraan otak. Pencitraan otak gunanya untuk menentukan apakah stroke disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau pembuluh darah yang pecah, adanya risiko serangan stroke iskemik, bagian otak mana yang terserang, dan seberapa parah stroke tersebut.
Metode pengobatan stroke
Pengobatan stroke tergantung dari jenisnya, stroke iskemik atau hemoragik. Pengobatan juga disesuaikan pada area otak mana stroke terjadi. Pada umumnya stroke diobati dengan obat-obatan, termasuk obat pencegahan untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan tingkat kolesterol, dan menghilangkan pembekuan darah. Dalam beberapa kasus, operasi diperlukan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stroke hemoragik atau menghilangkan lemak di arteri.
Dampak stroke terhadap kehidupan penderitanya
Stroke dapat berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan Anda dalam berbagai aspek. Proses rehabilitasinya spesifik dan tergantung pada gejala yang Anda alami dan seberapa parah gejala tersebut. Sejumlah ahli dan spesialis bisa membantu. Diantaranya adalah, psikolog, ahli terapi okupasi, ahli terapi bicara, perawat dan dokter spesialis, serta fisioterapi.
Kerusakan akibat stroke bisa meluas dan berlangsung lama. Sebelum pulih seperti sedia kala, penderita harus melakukan rehabilitasi dalam periode panjang. Namun sebagian besar dari mereka tidak akan pernah pulih sepenuhnya.
Pencegahan stroke
Stroke dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Risiko mengalami stroke akan berkurang jika Anda makan makanan sehat, berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan minum alkohol sesuai takaran. Berusaha menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi dengan obat-obatan juga bisa mengurangi risiko terkena stroke. Pada sebagian orang, obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah serta obat untuk menjaga kadar normal gula darah juga penting untuk mencegah terjadinya stroke.
Komplikasi stroke
Stroke dapat menyebabkan munculnya berbagai komplikasi, dan beberapa diantaranya dapat membahayakan nyawa si penderita. Contoh dari komplikasi tersebut diantaranya adalah hidrosefalus atau tingginya produksi cairan serebrospinal, disfagia atau kesulitan menelan, dan trombosis vena dalam atau penggumpalan darah pada kaki.
Ketika pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus, maka sel-sel otak akan mulai mati. Karena itu semakin cepat penderita ditangani, kerusakan yang terjadi pun semakin kecil bahkan kematian bisa dihindari. Jika Anda merasakan serangan stroke atau melihat orang lain terserang stroke, segera hubungi rumah sakit untuk meminta ambulans.
Gejala stroke
Ingatlah gejala stroke berikut ini agar dapat melakukan tindakan yang tepat.
Cara bicara penderita tidak jelas atau kacau, bahkan ada juga penderita yang tidak bisa bicara sama sekali walau mereka terlihat sadar
Mata dan mulut pada salah satu sisi wajah penderita terlihat turun
Lengan si penderita mengalami kelumpuhan saat terserang stroke, karena itu mereka tidak mampu mengangkat salah satu atau bahkan kedua lengannya
Segera hubungi rumah sakit jika Anda melihat gejala-gejala di atas.
Latar belakang terjadinya stroke
Otak dapat berfungsi dengan baik jika pasokan oksigen dan nutrisi yang disediakan darah mengalir dengan baik. Jika pasokan darah terhambat, maka otak akan rusak, bahkan seseorang yang terkena stroke bisa meninggal.
Stroke menurut jenisnya
Jenis stroke jika dilihat dari penyebabnya dibagi menjadi dua yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi jika pasokan darah berhenti akibat gumpalan darah dan stroke hemoragik terjadi jika pembuluh darah yang memasok darah ke otak pecah.
Ada juga yang disebut TIA (Transient Ischemic Attack) atau stroke ringan. TIA terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan sesaat yang biasanya diawali dengan gejala pusing, penglihatan ganda, tubuh secara mendadak terasa lemas, dan sulit bicara.
Meski hanya sesaat, tetap harus ditangani secara serius. Karena hal ini biasanya merupakan peringatan akan datangnya serangan stroke berat.
Penyakit stroke di Indonesia
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, terdapat sekitar 12 penderita stroke per 1000 penduduk Indonesia. Stroke juga merupakan penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia.
Orang-orang yang usianya lebih dari 65 tahun paling berisiko terkena stroke. Namun dua puluh lima persen stroke terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 65 tahun, termasuk anak-anak.
Orang-orang yang merokok, kurang olah raga, dan memiliki pola makan yang buruk juga rentan terhadap stoke. Selain itu orang-orang yang sirkulasi darahnya terganggu akibat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, detak jantung tidak teratur atau fibrilasi atrium, dan diabetes, juga lebih rentan terhadap stroke.
Diagnosis stroke
Stroke umumnya didiagnosis melalui tanda-tanda fisik, serta melalui foto atau pencitraan otak. Pencitraan otak gunanya untuk menentukan apakah stroke disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau pembuluh darah yang pecah, adanya risiko serangan stroke iskemik, bagian otak mana yang terserang, dan seberapa parah stroke tersebut.
Metode pengobatan stroke
Pengobatan stroke tergantung dari jenisnya, stroke iskemik atau hemoragik. Pengobatan juga disesuaikan pada area otak mana stroke terjadi. Pada umumnya stroke diobati dengan obat-obatan, termasuk obat pencegahan untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan tingkat kolesterol, dan menghilangkan pembekuan darah. Dalam beberapa kasus, operasi diperlukan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stroke hemoragik atau menghilangkan lemak di arteri.
Dampak stroke terhadap kehidupan penderitanya
Stroke dapat berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan Anda dalam berbagai aspek. Proses rehabilitasinya spesifik dan tergantung pada gejala yang Anda alami dan seberapa parah gejala tersebut. Sejumlah ahli dan spesialis bisa membantu. Diantaranya adalah, psikolog, ahli terapi okupasi, ahli terapi bicara, perawat dan dokter spesialis, serta fisioterapi.
Kerusakan akibat stroke bisa meluas dan berlangsung lama. Sebelum pulih seperti sedia kala, penderita harus melakukan rehabilitasi dalam periode panjang. Namun sebagian besar dari mereka tidak akan pernah pulih sepenuhnya.
Pencegahan stroke
Stroke dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Risiko mengalami stroke akan berkurang jika Anda makan makanan sehat, berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan minum alkohol sesuai takaran. Berusaha menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi dengan obat-obatan juga bisa mengurangi risiko terkena stroke. Pada sebagian orang, obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah serta obat untuk menjaga kadar normal gula darah juga penting untuk mencegah terjadinya stroke.
Komplikasi stroke
Stroke dapat menyebabkan munculnya berbagai komplikasi, dan beberapa diantaranya dapat membahayakan nyawa si penderita. Contoh dari komplikasi tersebut diantaranya adalah hidrosefalus atau tingginya produksi cairan serebrospinal, disfagia atau kesulitan menelan, dan trombosis vena dalam atau penggumpalan darah pada kaki.
Apa itu infeksi saluran kemih ? Pengertian Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ yang termasuk ke dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Infeksi saluran kemih dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, karena tubuh wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek, maka wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih.
Berawal dari ginjal, kotoran di dalam darah disaring dan dikeluarkan dalam bentuk air urine. Kemudian urine tersebut dialirkan dari ginjal melalui ureter menuju tempat penampungan yang disebut kandung kemih. Setelah ditampung, urine kemudian dibuang dari tubuh melalui saluran pelepasan yang disebut uretra.
Berdasarkan gejalanya, ISK dapat dibagi menjadi dua, yaitu ISK bagian bawah dan ISK bagian atas. ISK bagian bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih (sistitis). Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urine yang keruh, dan bau urine yang tidak sedap. Sedangkan ISK bagian atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi ini meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.
Penyebab Infeksi Saluran Kemih
Sebagian besar kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam saluran cerna. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Misalnya pada saat kertas toilet yang dia gunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelaminnya, maka bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Dalam kasus seperti ini wanita lebih rentan terkena ISK karena jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat dan pintu uretra yang dekat dengan kandung kemih.
ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu (misal, pada sumbatan saluran kemih akibat batu ginjal).
Diagnosis Infeksi Saluran Kemih
Selain memeriksa riwayat kesehatan pasien dan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan, upaya mendiagnosis ISK juga dapat dilakukan melalui beberapa tes untuk melihat adanya bakteri atau gangguan di dalam organ-organ saluran kemih. Beberapa jenis tes tersebut di antaranya seperti tes urine dan darah, pemeriksaan dengan menggunakan CT scan, sistoskopi, serta USG.
Pengobatan Infeksi Saluran Kemih
Penyembuhan ISK dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Selain antibiotik, obat pereda nyeri seperti parasetamol juga mungkin diperlukan untuk meredakan demam atau rasa sakit yang ada.
ISK yang tergolong ringan biasanya sembuh setelah beberapa hari dilakukan pengobatan. Namun jika tergolong parah, penderita akan membutuhkan rawat inap beberapa hari di rumah sakit.
Komplikasi Infeksi Saluran Kemih
Tanganilah secepatnya jika Anda mulai merasakan gejala infeksi saluran kemih (ISK). Jika ISK dibiarkan berlarut-larut tanpa diobati, terutama jika Anda sering mengalaminya, bukan tidak mungkin ISK dapat menimbulkan komplikasi yang tergolong serius, misalnya gangguan pada ginjal dan sepsis.
Berawal dari ginjal, kotoran di dalam darah disaring dan dikeluarkan dalam bentuk air urine. Kemudian urine tersebut dialirkan dari ginjal melalui ureter menuju tempat penampungan yang disebut kandung kemih. Setelah ditampung, urine kemudian dibuang dari tubuh melalui saluran pelepasan yang disebut uretra.
Berdasarkan gejalanya, ISK dapat dibagi menjadi dua, yaitu ISK bagian bawah dan ISK bagian atas. ISK bagian bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih (sistitis). Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urine yang keruh, dan bau urine yang tidak sedap. Sedangkan ISK bagian atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi ini meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.
Penyebab Infeksi Saluran Kemih
Sebagian besar kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli yang umumnya hidup di dalam saluran cerna. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Misalnya pada saat kertas toilet yang dia gunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelaminnya, maka bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Dalam kasus seperti ini wanita lebih rentan terkena ISK karena jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat dan pintu uretra yang dekat dengan kandung kemih.
ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu (misal, pada sumbatan saluran kemih akibat batu ginjal).
Diagnosis Infeksi Saluran Kemih
Selain memeriksa riwayat kesehatan pasien dan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan, upaya mendiagnosis ISK juga dapat dilakukan melalui beberapa tes untuk melihat adanya bakteri atau gangguan di dalam organ-organ saluran kemih. Beberapa jenis tes tersebut di antaranya seperti tes urine dan darah, pemeriksaan dengan menggunakan CT scan, sistoskopi, serta USG.
Pengobatan Infeksi Saluran Kemih
Penyembuhan ISK dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Selain antibiotik, obat pereda nyeri seperti parasetamol juga mungkin diperlukan untuk meredakan demam atau rasa sakit yang ada.
ISK yang tergolong ringan biasanya sembuh setelah beberapa hari dilakukan pengobatan. Namun jika tergolong parah, penderita akan membutuhkan rawat inap beberapa hari di rumah sakit.
Komplikasi Infeksi Saluran Kemih
Tanganilah secepatnya jika Anda mulai merasakan gejala infeksi saluran kemih (ISK). Jika ISK dibiarkan berlarut-larut tanpa diobati, terutama jika Anda sering mengalaminya, bukan tidak mungkin ISK dapat menimbulkan komplikasi yang tergolong serius, misalnya gangguan pada ginjal dan sepsis.
Apa Itu Diabetes? Pengertian Diabetes
Diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal. Glukosa sangat penting bagi kesehatan kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh kita.
Penyakit ini memiliki dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.
Indonesia sendiri termasuk dalam 10 negara terbesar penderita diabetes. Pada tahun 2013, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8,5 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun (dikutip dari Federasi Diabetes Internasional). Tetapi kurang dari 50% dari mereka yang menyadarinya.
Apa Saja Gejala Diabetes?
Sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui gejala awal diabetes. Baik bagi yang berisiko tinggi maupun bagi yang merasa sehat dan tidak memiliki riwayat atau potensi mengidap diabetes.
Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan banyak penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap diabetes selama bertahun-tahun karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:
Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter. Pendeteksian sedini mungkin memungkinkan kita untuk mencegah bertambah parahnya kondisi diabetes kita.
Pengaruh Hormon Insulin dan Diabetes
Seluruh sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. Kadar zat gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung.
Tetapi organ pankreas milik penderita diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.
Sekilas Tentang Diabetes Tipe 1
Penderita diabetes tipe 1 sangat bergantung kepada insulin karena sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini memicu peningkatan kadar glukosa sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Hingga saat ini, penyebab di balik diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti.
Penderita jenis diabetes ini umumnya berusia di bawah 40 tahun, biasanya muncul pada masa remaja atau anak-anak. Karena itu, diabetes tipe 1 juga disebut sebagai diabetes anak-anak.
Diabetes tipe 1 lebih jarang terjadi dibandingkan dengan diabetes tipe 2. Di antara 10 orang penderita diabetes, diperkirakan hanya sekitar 1 orang yang mengidap tipe 1.
Selain harus menerima suntikan insulin setiap hari, penderita diabetes tipe 1 juga disarankan untuk menjaga kadar glukosa dalam darah agar tetap seimbang. Misalnya dengan menerapkan pola makan sehat dan menjalani tes darah secara rutin.
Sekilas Tentang Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih umum terjadi. Sekitar 90 persen penderita diabetes di dunia mengidap diabetes tipe ini.
Diabetes jenis ini disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dalam tubuh atau sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kekurangpekaan sel-sel tubuh ini dikenal dengan istilah resistensi terhadap insulin.
Gejala pada penderita diabetes tipe ini biasanya dapat dikendalikan dengan pola makan sehat dan memantau kadar glukosa dalam darah. Tetapi, tetaplah waspada karena penyakit ini akan terus berkembang dalam tubuh dan lambat laun Anda akan membutuhkan langkah pengobatan.
Diabetes tipe 2 sering dihubungkan dengan obesitas. Memang tidak semua orang yang mengidap obesitas akan otomatis menderita diabetes tipe 2. Tetapi, makin tinggi indeks massa tubuh seseorang, maka risiko diabetes tipe ini juga meningkat. Diabetes akibat obesitas umumnya menyerang para manula.
Risiko Diabetes Kehamilan
Diabetes juga kerap menyerang para ibu hamil. Terdapat sebagian wanita yang memiliki kadar glukosa dalam darah yang sangat tinggi selama masa kehamilan, sehingga tubuh mereka tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk menyerapnya. Diabetes yang dikenal sebagai diabetes kehamilan ini dapat terjadi pada sekitar 15 hingga 18 orang di antara 100 wanita yang hamil.
Penderita diabetes tipe 1 yang hamil juga akan memiliki risiko tinggi karena dapat berdampak pada ibu serta janin. Sangatlah penting bagi penderita diabetes yang sedang hamil untuk menjaga keseimbangan kadar gula darahnya.
Ibu yang sedang hamil sebaiknya lebih cermat memantau kadar gula darah pada trimester kedua (minggu 14-26). Pada masa itulah diabetes kehamilan umumnya berkembang dan kemudian hilang setelah melahirkan. Meski demikian, risiko diabetes tipe 2 pada wanita yang pernah mengalami diabetes kehamilan adalah sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan populasi pada umumnya.
Penyakit ini memiliki dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.
Indonesia sendiri termasuk dalam 10 negara terbesar penderita diabetes. Pada tahun 2013, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8,5 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun (dikutip dari Federasi Diabetes Internasional). Tetapi kurang dari 50% dari mereka yang menyadarinya.
Apa Saja Gejala Diabetes?
Sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui gejala awal diabetes. Baik bagi yang berisiko tinggi maupun bagi yang merasa sehat dan tidak memiliki riwayat atau potensi mengidap diabetes.
Diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. Sedangkan banyak penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap diabetes selama bertahun-tahun karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:
- Sering merasa haus.
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
- Rasa lapar yang ekstrem.
- Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Berkurangnya massa otot.
- Terdapat keton dalam air seni. Keton adalah produk sampingan dari metabolisme otot dan lemak yang terjadi ketika produksi insulin tidak cukup.
- Kelelahan.
- Pandangan yang kabur.
- Luka yang lama sembuh.
- Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.
Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter. Pendeteksian sedini mungkin memungkinkan kita untuk mencegah bertambah parahnya kondisi diabetes kita.
Pengaruh Hormon Insulin dan Diabetes
Seluruh sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. Kadar zat gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung.
Tetapi organ pankreas milik penderita diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.
Sekilas Tentang Diabetes Tipe 1
Penderita diabetes tipe 1 sangat bergantung kepada insulin karena sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini memicu peningkatan kadar glukosa sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Hingga saat ini, penyebab di balik diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti.
Penderita jenis diabetes ini umumnya berusia di bawah 40 tahun, biasanya muncul pada masa remaja atau anak-anak. Karena itu, diabetes tipe 1 juga disebut sebagai diabetes anak-anak.
Diabetes tipe 1 lebih jarang terjadi dibandingkan dengan diabetes tipe 2. Di antara 10 orang penderita diabetes, diperkirakan hanya sekitar 1 orang yang mengidap tipe 1.
Selain harus menerima suntikan insulin setiap hari, penderita diabetes tipe 1 juga disarankan untuk menjaga kadar glukosa dalam darah agar tetap seimbang. Misalnya dengan menerapkan pola makan sehat dan menjalani tes darah secara rutin.
Sekilas Tentang Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih umum terjadi. Sekitar 90 persen penderita diabetes di dunia mengidap diabetes tipe ini.
Diabetes jenis ini disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dalam tubuh atau sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kekurangpekaan sel-sel tubuh ini dikenal dengan istilah resistensi terhadap insulin.
Gejala pada penderita diabetes tipe ini biasanya dapat dikendalikan dengan pola makan sehat dan memantau kadar glukosa dalam darah. Tetapi, tetaplah waspada karena penyakit ini akan terus berkembang dalam tubuh dan lambat laun Anda akan membutuhkan langkah pengobatan.
Diabetes tipe 2 sering dihubungkan dengan obesitas. Memang tidak semua orang yang mengidap obesitas akan otomatis menderita diabetes tipe 2. Tetapi, makin tinggi indeks massa tubuh seseorang, maka risiko diabetes tipe ini juga meningkat. Diabetes akibat obesitas umumnya menyerang para manula.
Risiko Diabetes Kehamilan
Diabetes juga kerap menyerang para ibu hamil. Terdapat sebagian wanita yang memiliki kadar glukosa dalam darah yang sangat tinggi selama masa kehamilan, sehingga tubuh mereka tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk menyerapnya. Diabetes yang dikenal sebagai diabetes kehamilan ini dapat terjadi pada sekitar 15 hingga 18 orang di antara 100 wanita yang hamil.
Penderita diabetes tipe 1 yang hamil juga akan memiliki risiko tinggi karena dapat berdampak pada ibu serta janin. Sangatlah penting bagi penderita diabetes yang sedang hamil untuk menjaga keseimbangan kadar gula darahnya.
Ibu yang sedang hamil sebaiknya lebih cermat memantau kadar gula darah pada trimester kedua (minggu 14-26). Pada masa itulah diabetes kehamilan umumnya berkembang dan kemudian hilang setelah melahirkan. Meski demikian, risiko diabetes tipe 2 pada wanita yang pernah mengalami diabetes kehamilan adalah sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan populasi pada umumnya.
Hati-Hati! Mati Rasa pada Wajah Bisa Jadi Petanda Penyakit Ini
Pernahkah Anda merasakan area wajah seolah mati rasa dan sulit untuk digerakkan? Waspadalah! Pasalnya, mati rasa pada wajah bisa menjadi petanda berbagai macam penyakit, seperti diabetes, stroke, Bell’s Palsy, dan lainnya.
Mati rasa dan sensasi kesemutan bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, tapi umumnya muncul pada tangan, kaki, dan jari. Bahkan, mati rasa juga bisa terjadi pada wajah. Kondisi ini dapat terjadi pada satu sisi tubuh, maupun terjadi secara simetris pada kedua sisi tubuh.
Disebabkan Karena Kerusakan Saraf
Mati rasa pada wajah bukanlah keadaan yang umum terjadi. Sensasi mati rasa disebabkan karena adanya kerusakan, penekanan atau iritasi yang terjadi pada saraf Anda. Hal tersebut bisa terjadi akibat terganggunya aliran darah, racun, kekurangan nutrisi tertentu, dan menderita berbagai penyakit.
Mati Rasa Petanda Beberapa Penyakit Ini
Selain itu, mati rasa pada wajah bisa menjadi petanda berbagai macam penyakit, lho, di antaranya:
1. Diabetes
Diabetes merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh kadar gula (glukosa) darah. Glukosa sangat penting bagi tubuh Anda, karena berguna untuk memberikan energi pada sel-sel yang membentuk jaringan dan otot. Dan ini juga merupakan bahan bakar utama bagi otak Anda. Biasanya, seseorang yang terkena penyakit ini memiliki gejala seperti rasa haus secara terus-menerus, sering buang air kecil, sering lapar, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, sering merasa lelah, cepat marah, penglihatan menjadi kabur, dan terjadinya infeksi pada gusi dan kulit. Terkadang, seseorang yang menderita penyakit ini juga merasakan mati rasa atau kelemahan pada wajah, lengan, atau kaki, khususnya terjadi pada satu sisi saja.
2. Stroke
Stroke terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak Anda terganggu atau berkurang. Hal itu membuat otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya. Jika hal itu terjadi, maka dalam beberapa menit sel-sel otak mulai mati. Ini merupakan masalah medis yang serius, penanganan sedini mungkin sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan otak dan terjadinya komplikasi. Gejala penyakit ini di antaranya mengalami kesulitan dalam berbicara; kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan atau kaki; kesulitan dalam melihat (baik pada satu mata atau keduanya); sakit kepala dan kesulitan berjalan.
3. Bell’s Palsy
Bell’s Palsy terjadi karena kelumpuhan atau kelemahan pada otot-otot di salah satu sisi wajah. Saraf yang bertugas untuk mengendalikan wajah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh peradangan. Peradangan tersebut dipercaya berkaitan dengan infeksi virus. Gejala yang paling umum dialami oleh penderita penyakit ini adalah otot yang lemah dan kendur. Hal itu mengakibatkan penderitanya menjadi tidak mampu untuk menutup satu mata dan timbulnya rasa nyeri pada otot-otot wajah. Selain itu, Bell’s Palsy bisa menyebabkan mati rasa di salah satu sisi wajah, nyeri di bagian belakang telinga, dan lainnya.
4. Migrain Hemiplegia
Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit migrain yang langka dan sangat serius. Gejala dari penyakit ini hampir sama dengan stroke, misalnya kelemahan otot yang mengakibatkan kelumpuhan sementara pada satu sisi tubuh, yang dalam istilah medis disebut hemiplegia. Gejala lain yakni mati rasa pada salah satu sisi bagian tubuh Anda yang mencakup lengan, setengah wajah, dan kaki; hilangnya keseimbangan dan koordinasi; vertigo atau pusing; merasakan mual dan muntah.
Jika Anda kerap merasakan mati rasa pada wajah, disarankan segera konsultasikan pada dokter. Hal itu berguna untuk meminimalisir penyakit berbahaya yang bisa saja mengintai Anda kapan pun juga.
Mati rasa dan sensasi kesemutan bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, tapi umumnya muncul pada tangan, kaki, dan jari. Bahkan, mati rasa juga bisa terjadi pada wajah. Kondisi ini dapat terjadi pada satu sisi tubuh, maupun terjadi secara simetris pada kedua sisi tubuh.
Disebabkan Karena Kerusakan Saraf
Mati rasa pada wajah bukanlah keadaan yang umum terjadi. Sensasi mati rasa disebabkan karena adanya kerusakan, penekanan atau iritasi yang terjadi pada saraf Anda. Hal tersebut bisa terjadi akibat terganggunya aliran darah, racun, kekurangan nutrisi tertentu, dan menderita berbagai penyakit.
Mati Rasa Petanda Beberapa Penyakit Ini
Selain itu, mati rasa pada wajah bisa menjadi petanda berbagai macam penyakit, lho, di antaranya:
1. Diabetes
Diabetes merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh kadar gula (glukosa) darah. Glukosa sangat penting bagi tubuh Anda, karena berguna untuk memberikan energi pada sel-sel yang membentuk jaringan dan otot. Dan ini juga merupakan bahan bakar utama bagi otak Anda. Biasanya, seseorang yang terkena penyakit ini memiliki gejala seperti rasa haus secara terus-menerus, sering buang air kecil, sering lapar, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, sering merasa lelah, cepat marah, penglihatan menjadi kabur, dan terjadinya infeksi pada gusi dan kulit. Terkadang, seseorang yang menderita penyakit ini juga merasakan mati rasa atau kelemahan pada wajah, lengan, atau kaki, khususnya terjadi pada satu sisi saja.
2. Stroke
Stroke terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak Anda terganggu atau berkurang. Hal itu membuat otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya. Jika hal itu terjadi, maka dalam beberapa menit sel-sel otak mulai mati. Ini merupakan masalah medis yang serius, penanganan sedini mungkin sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan otak dan terjadinya komplikasi. Gejala penyakit ini di antaranya mengalami kesulitan dalam berbicara; kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan atau kaki; kesulitan dalam melihat (baik pada satu mata atau keduanya); sakit kepala dan kesulitan berjalan.
3. Bell’s Palsy
Bell’s Palsy terjadi karena kelumpuhan atau kelemahan pada otot-otot di salah satu sisi wajah. Saraf yang bertugas untuk mengendalikan wajah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh peradangan. Peradangan tersebut dipercaya berkaitan dengan infeksi virus. Gejala yang paling umum dialami oleh penderita penyakit ini adalah otot yang lemah dan kendur. Hal itu mengakibatkan penderitanya menjadi tidak mampu untuk menutup satu mata dan timbulnya rasa nyeri pada otot-otot wajah. Selain itu, Bell’s Palsy bisa menyebabkan mati rasa di salah satu sisi wajah, nyeri di bagian belakang telinga, dan lainnya.
4. Migrain Hemiplegia
Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit migrain yang langka dan sangat serius. Gejala dari penyakit ini hampir sama dengan stroke, misalnya kelemahan otot yang mengakibatkan kelumpuhan sementara pada satu sisi tubuh, yang dalam istilah medis disebut hemiplegia. Gejala lain yakni mati rasa pada salah satu sisi bagian tubuh Anda yang mencakup lengan, setengah wajah, dan kaki; hilangnya keseimbangan dan koordinasi; vertigo atau pusing; merasakan mual dan muntah.
Jika Anda kerap merasakan mati rasa pada wajah, disarankan segera konsultasikan pada dokter. Hal itu berguna untuk meminimalisir penyakit berbahaya yang bisa saja mengintai Anda kapan pun juga.
Sunday, January 29, 2017
Pengertian Konstipasi atau Sembelit
Konstipasi atau sembelit adalah kondisi sulit buang air besar secara teratur, tidak bisa benar-benar tuntas, atau tidak bisa sama sekali. Secara umum, seseorang bisa dianggap mengalami konstipasi apabila buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.
Tiap pengidap bisa mengalami konstipasi dengan tingkat keparahan berbeda-beda. Ada yang mengalaminya untuk waktu singkat dan ada juga yang jangka panjang atau kronis. Konstipasi kronis biasanya menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman yang bisa memengaruhi rutinitas sehari-hari.
Penyebab dan Faktor Risiko Konstipasi
Konstipasi atau sembelit merupakan penyakit yang sangat umum dan bisa diderita oleh siapa saja. Meski demikian, penyakit ini dua kali lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria, terutama pada masa kehamilan. Lansia juga termasuk kelompok orang yang lebih sering mengalaminya.
Penyebab konstipasi pada seseorang bisa lebih dari satu faktor. Misalnya, kurang minum, kurang konsumsi serat, perubahan pola makan, serta kebiasaan mengabaikan keinginan untuk buang air besar, efek samping obat-obatan, dan gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.
Sementara pada anak-anak, pola makan yang buruk, rasa cemas saat menggunakan toilet, dan masalah saat latihan menggunakan toilet bisa menjadi penyebab konstipasi.
Langkah Pengobatan Konstipasi
Perubahan pola makan dan gaya hidup merupakan langkah utama dalam mengobati konstipasi. Langkah-langkah tersebut meliputi:
Jika perubahan sederhana pada pola makan dan gaya hidup tidak bisa membantu, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Setelah mendiagnosis kondisi Anda, dokter umumnya akan memberikan obat pencahar untuk melancarkan proses buang air besar. Langkah ini biasanya efektif, tapi tubuh Anda membutuhkan waktu beberapa bulan untuk membiasakan diri dengan proses buang air besar secara rutin.
Pencegahan dan Komplikasi Konstipasi
Di samping mengubah pola makan dan gaya hidup, Anda juga bisa mengurangi risiko konstipasi dengan tidak mengabaikan keinginan untuk ke toilet dan mengatur jadwal buang air besar agar bisa dilakukan dengan leluasa dan nyaman.
Konstipasi jarang menyebabkan komplikasi. Namun jika dialami dalam jangka panjang, konstipasi dapat menyebabkan hemoroid atau wasir, impaksi feses (menumpuknya tinja kering dan keras di rektum), sobeknya kulit pada anus, serta prolaps rektum (sebagian usus yang mencuat keluar dari anus akibat mengejan).
Tiap pengidap bisa mengalami konstipasi dengan tingkat keparahan berbeda-beda. Ada yang mengalaminya untuk waktu singkat dan ada juga yang jangka panjang atau kronis. Konstipasi kronis biasanya menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman yang bisa memengaruhi rutinitas sehari-hari.
Penyebab dan Faktor Risiko Konstipasi
Konstipasi atau sembelit merupakan penyakit yang sangat umum dan bisa diderita oleh siapa saja. Meski demikian, penyakit ini dua kali lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria, terutama pada masa kehamilan. Lansia juga termasuk kelompok orang yang lebih sering mengalaminya.
Penyebab konstipasi pada seseorang bisa lebih dari satu faktor. Misalnya, kurang minum, kurang konsumsi serat, perubahan pola makan, serta kebiasaan mengabaikan keinginan untuk buang air besar, efek samping obat-obatan, dan gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.
Sementara pada anak-anak, pola makan yang buruk, rasa cemas saat menggunakan toilet, dan masalah saat latihan menggunakan toilet bisa menjadi penyebab konstipasi.
Langkah Pengobatan Konstipasi
Perubahan pola makan dan gaya hidup merupakan langkah utama dalam mengobati konstipasi. Langkah-langkah tersebut meliputi:
- Meningkatkan konsumsi serat per hari secara bertahap.
- Mengonsumsi lebih banyak air putih.
- Lebih sering berolahraga.
Jika perubahan sederhana pada pola makan dan gaya hidup tidak bisa membantu, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Setelah mendiagnosis kondisi Anda, dokter umumnya akan memberikan obat pencahar untuk melancarkan proses buang air besar. Langkah ini biasanya efektif, tapi tubuh Anda membutuhkan waktu beberapa bulan untuk membiasakan diri dengan proses buang air besar secara rutin.
Pencegahan dan Komplikasi Konstipasi
Di samping mengubah pola makan dan gaya hidup, Anda juga bisa mengurangi risiko konstipasi dengan tidak mengabaikan keinginan untuk ke toilet dan mengatur jadwal buang air besar agar bisa dilakukan dengan leluasa dan nyaman.
Konstipasi jarang menyebabkan komplikasi. Namun jika dialami dalam jangka panjang, konstipasi dapat menyebabkan hemoroid atau wasir, impaksi feses (menumpuknya tinja kering dan keras di rektum), sobeknya kulit pada anus, serta prolaps rektum (sebagian usus yang mencuat keluar dari anus akibat mengejan).
Sebab Wajib Menjauhkan Buah Hati dari Asap Rokok
Asap rokok yang terpapar kepada perokok pasif lebih berbahaya daripada yang diisap oleh perokok aktif. Apalagi anak-anak dan bayi, mereka adalah golongan yang paling rentan jika terpapar asap rokok.
Paparan asap rokok membuat kelompok ini berisiko mengalami berbagai gangguan penyakit. Bahkan, bayi yang terpapar asap rokok berisiko tinggi mengalami sindrom kematian bayi mendadak.
Jauhkan Asap Rokok Sekarang Juga
Rokok memiliki efektivitas yang sangat baik dalam menyebarkan bahan kimia beracun. Jika diisap di dalam rumah, maka seluruh rumah Anda akan menjadi tempat yang nyaman bagi nikotin, karbon monoksida, dan aneka karsinogen berat. Karsinogen sendiri adalah segala sesuatu yang bisa menyebabkan kanker.
Parahnya, semua zat tersebut tidak hanya ada di lokasi Anda merokok. Seluruh ruangan di dalam rumah, termasuk kamar anak-anak dan bayi, berisiko dihinggapi oleh berbagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Hanya beberapa menit saja yang dibutuhkan untuk persebaran segala zat berbahaya tersebut.
Selain jangkauan luas dan persebarannya yang cepat, asap rokok juga memiliki durasi bertahan yang cukup lama. Asap rokok bisa bertahan di udara hingga 2,5 jam, bahkan saat ventilasi rumah atau jendela dibuka. Untuk mendeteksinya juga tidak mudah, sebab meski tidak terlihat dan tanpa bau.
Lalu bagaimana cara terbaik agar buah hati kita terhindar dari asap rokok? Jangan pernah biarkan ada perokok di rumah, bahkan di luar ruangan sekalipun. Karena di manapun Anda merokok, asapnya berisiko menjangkau anak-anak atau bayi.
Asap rokok juga bisa mengendap di lantai dan benda-benda yang ada di sekitar tempat Anda merokok. Hal ini tentu membahayakan bagi buah hati kita, mengingat mereka sering bermain di lantai dan menyentuh benda-benda di sekeliling.
Racun yang berasal dari asap rokok juga dapat menempel di badan, baju, rambut, dan tangan Anda. Agar aman, jangan pernah langsung bersentuhan dengan anak-anak atau bayi Anda. Mencuci tangan, muka, dan mengganti pakaian sebaiknya dilakukan dulu agar anak-anak aman dari racun rokok.
Alasan Hal Ini Harus Dilakukan
Sebegitu berbahayakah paparan asap rokok bagi anak-anak dan bayi Anda? Patut diketahui bahwa anak-anak dan bayi memiliki kondisi tubuh yang masih berkembang. Jangan heran jika bayi rentan mengidap gangguan pernapasan. Asma dan penurunan fungsi paru-paru adalah dua gangguan yang bisa diidap buah hati Anda jika terpapar oleh asap rokok dalam jangka panjang. Selain itu, radang paru-paru dan bronkitis juga rentan diderita oleh bayi yang terpapar asap rokok.
Sinus bayi yang terpapar asap rokok juga berisiko memicu produksi cairan berlebihan di telinga bagian tengah. Jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin mereka akan terkena infeksi telinga yang bisa berujung kepada hilangnya kemampuan pendengaran.
Bayi yang memiliki ibu perokok berisiko lebih tinggi mengalami kematian mendadak dibandingkan yang memiliki ibu bukan perokok. Selain itu, anak-anak atau bayi yang terpapar rokok juga memiliki risiko terkena meningitis lebih tinggi . Batuk dan pilek juga akan lebih mudah menyerang anak-anak dan bayi yang terpapar asap rokok.
Sebagian orang merasa mendapatkan kesenangan dari menghirup asap rokok, tapi jangan biarkan kesenangan tersebut justru membahayakan keluarga tercinta di rumah.
Paparan asap rokok membuat kelompok ini berisiko mengalami berbagai gangguan penyakit. Bahkan, bayi yang terpapar asap rokok berisiko tinggi mengalami sindrom kematian bayi mendadak.
Jauhkan Asap Rokok Sekarang Juga
Rokok memiliki efektivitas yang sangat baik dalam menyebarkan bahan kimia beracun. Jika diisap di dalam rumah, maka seluruh rumah Anda akan menjadi tempat yang nyaman bagi nikotin, karbon monoksida, dan aneka karsinogen berat. Karsinogen sendiri adalah segala sesuatu yang bisa menyebabkan kanker.
Parahnya, semua zat tersebut tidak hanya ada di lokasi Anda merokok. Seluruh ruangan di dalam rumah, termasuk kamar anak-anak dan bayi, berisiko dihinggapi oleh berbagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Hanya beberapa menit saja yang dibutuhkan untuk persebaran segala zat berbahaya tersebut.
Selain jangkauan luas dan persebarannya yang cepat, asap rokok juga memiliki durasi bertahan yang cukup lama. Asap rokok bisa bertahan di udara hingga 2,5 jam, bahkan saat ventilasi rumah atau jendela dibuka. Untuk mendeteksinya juga tidak mudah, sebab meski tidak terlihat dan tanpa bau.
Lalu bagaimana cara terbaik agar buah hati kita terhindar dari asap rokok? Jangan pernah biarkan ada perokok di rumah, bahkan di luar ruangan sekalipun. Karena di manapun Anda merokok, asapnya berisiko menjangkau anak-anak atau bayi.
Asap rokok juga bisa mengendap di lantai dan benda-benda yang ada di sekitar tempat Anda merokok. Hal ini tentu membahayakan bagi buah hati kita, mengingat mereka sering bermain di lantai dan menyentuh benda-benda di sekeliling.
Racun yang berasal dari asap rokok juga dapat menempel di badan, baju, rambut, dan tangan Anda. Agar aman, jangan pernah langsung bersentuhan dengan anak-anak atau bayi Anda. Mencuci tangan, muka, dan mengganti pakaian sebaiknya dilakukan dulu agar anak-anak aman dari racun rokok.
Alasan Hal Ini Harus Dilakukan
Sebegitu berbahayakah paparan asap rokok bagi anak-anak dan bayi Anda? Patut diketahui bahwa anak-anak dan bayi memiliki kondisi tubuh yang masih berkembang. Jangan heran jika bayi rentan mengidap gangguan pernapasan. Asma dan penurunan fungsi paru-paru adalah dua gangguan yang bisa diidap buah hati Anda jika terpapar oleh asap rokok dalam jangka panjang. Selain itu, radang paru-paru dan bronkitis juga rentan diderita oleh bayi yang terpapar asap rokok.
Sinus bayi yang terpapar asap rokok juga berisiko memicu produksi cairan berlebihan di telinga bagian tengah. Jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin mereka akan terkena infeksi telinga yang bisa berujung kepada hilangnya kemampuan pendengaran.
Bayi yang memiliki ibu perokok berisiko lebih tinggi mengalami kematian mendadak dibandingkan yang memiliki ibu bukan perokok. Selain itu, anak-anak atau bayi yang terpapar rokok juga memiliki risiko terkena meningitis lebih tinggi . Batuk dan pilek juga akan lebih mudah menyerang anak-anak dan bayi yang terpapar asap rokok.
Sebagian orang merasa mendapatkan kesenangan dari menghirup asap rokok, tapi jangan biarkan kesenangan tersebut justru membahayakan keluarga tercinta di rumah.
Vitamin dan Mineral yang Dibutuhkan Saat Hamil
Janin membutuhkan nutrisi yang cukup agar dapat bertumbuh dan berkembang menjadi bayi yang sehat. Jika Anda sebagai ibu tidak mendapatkan cukup nutrisi dan vitamin dari makanan yang Anda konsumsi, suplemen kehamilan dapat menjadi pelengkap dalam diet Anda.
Para ahli kesehatan dan dokter setuju, mengonsumsi makanan sehat dan beragam adalah cara terbaik untuk mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan bayi Anda selama masa kehamilan. Meski begitu, tubuh Anda mungkin saja tetap kekurangan nutrisi-nutrisi utama yang diperlukan janin untuk bisa bertumbuh secara maksimal. Itulah sebabnya sebagian ibu hamil membutuhkan suplemen kehamilan untuk mengisi kekosongan tersebut.
Suplemen bagi ibu hamil mengandung banyak vitamin dan mineral, tapi beberapa kandungan terpenting yang paling diperlukan oleh ibu hamil dari suplemen kehamilan adalah asam folat, vitamin D, kalsium, dan zat besi.
Asam Folat
Asam folat yang cukup diperlukan untuk mencegah munculnya neural tube defect (NTD), yaitu cacat pada sistem saraf bayi. NTD biasanya mulai berkembang pada 28 hari pertama setelah pembuahan. Pada saat itu, kebanyakan wanita bahkan belum menyadari bahwa mereka hamil. Karena itulah bagi para wanita yang sedang berupaya mendapatkan anak atau menjalani program kehamilan, sangat disarankan untuk mengonsumsi 400 mikrogram asam folat tiap hari sampai kehamilan mencapai usia 3 bulan.
Selain melalui suplemen, Anda juga bisa mendapatkan asam folat alami dari makanan-makanan yang Anda konsumsi, seperti sayuran hijau, nasi dari beras berwarna cokelat, kacang-kacangan, dan jeruk.
Vitamin D dan Kalsium
Ibu hamil atau mereka yang sedang menyusui, disarankan untuk minum 10 mikrogram vitamin D tiap hari dan 200-300 miligram kalsium. Vitamin D dan kalsium sangat berperan dalam kesehatan tulang dan gigi. Ibu hamil membutuhkan vitamin D dan kalsium lebih banyak selama masa kehamilan untuk menunjang pertumbuhan tulang bayi.
Kekurangan vitamin D membuat anak-anak rentan untuk mengalami pertumbuhan tulang yang abnormal. Kalsium juga sangat dibutuhkan oleh para ibu hamil. Kalsium yang dikonsumsi ibu hamil akan digunakan para bayi untuk membentuk tulang. Kalsium dapat ditemukan di makanan seperti tahu, tempe, kacang merah, dan susu kedelai.
Anda juga bisa mendapatkan vitamin D secara alami dari ikan seperti salmon dan sarden, telur, dan daging. Berjemur di bawah sinar matahari juga merupakan sumber vitamin D terbaik bagi tubuh Anda.
Zat Besi
Ibu hamil membutuhkan zat besi yang cukup sebagai pembentuk sel-sel darah merah karena sel darah merahlah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh Anda dan juga kepada bayi Anda. Kekurangan zat besi akan menimbulkan anemia yang bisa membuat ibu hamil terus-menerus merasa lelah, pusing, lemah, dan pucat. Selain itu, zat besi juga sangat penting dalam pertumbuhan bayi. Kekurangan zat besi dalam masa kehamilan membuat risiko bayi menderita anemia setelah lahir lebih tinggi. Kondisi ini juga meningkatkan risiko bayi untuk lahir prematur dan terlahir dengan berat badan di bawah rata-rata.
Suplemen untuk menambah zat besi bisa menyebabkan konstipasi dan mengganggu penyerapan nutrisi-nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. Cobalah untuk mendapatkan zat besi dari sumber-sumber alami terlebih dahulu, seperti daging tanpa lemak, sayuran berdaun hijau gelap, buah kering, dan kacang-kacangan. Tapi jika masih belum cukup, konsumsilah suplemen penambah zat besi.
Suplemen Kehamilan Terbaik
Secara umum, suplemen yang Anda butuhkan pada masa kehamilan sebaiknya mengandung vitamin dan mineral berikut ini.
Meski begitu, selalu ingat untuk terlebih dahulu menanyakan tiap suplemen yang Anda minum dengan dokter kandungan Anda. Melalui pemeriksaan yang tepat, dokter Anda akan mengetahui vitamin serta mineral apa yang paling dibutuhkan oleh tubuh dan janin Anda.
Ingatlah bahwa suplemen kehamilan merupakan pelengkap dan bukan pengganti makanan Anda. Selain itu jangan mengonsumsi vitamin dalam dosis yang terlalu tinggi karena malah dapat berdampak buruk pada Anda dan bayi Anda.
Para ahli kesehatan dan dokter setuju, mengonsumsi makanan sehat dan beragam adalah cara terbaik untuk mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan bayi Anda selama masa kehamilan. Meski begitu, tubuh Anda mungkin saja tetap kekurangan nutrisi-nutrisi utama yang diperlukan janin untuk bisa bertumbuh secara maksimal. Itulah sebabnya sebagian ibu hamil membutuhkan suplemen kehamilan untuk mengisi kekosongan tersebut.
Suplemen bagi ibu hamil mengandung banyak vitamin dan mineral, tapi beberapa kandungan terpenting yang paling diperlukan oleh ibu hamil dari suplemen kehamilan adalah asam folat, vitamin D, kalsium, dan zat besi.
Asam Folat
Asam folat yang cukup diperlukan untuk mencegah munculnya neural tube defect (NTD), yaitu cacat pada sistem saraf bayi. NTD biasanya mulai berkembang pada 28 hari pertama setelah pembuahan. Pada saat itu, kebanyakan wanita bahkan belum menyadari bahwa mereka hamil. Karena itulah bagi para wanita yang sedang berupaya mendapatkan anak atau menjalani program kehamilan, sangat disarankan untuk mengonsumsi 400 mikrogram asam folat tiap hari sampai kehamilan mencapai usia 3 bulan.
Selain melalui suplemen, Anda juga bisa mendapatkan asam folat alami dari makanan-makanan yang Anda konsumsi, seperti sayuran hijau, nasi dari beras berwarna cokelat, kacang-kacangan, dan jeruk.
Vitamin D dan Kalsium
Ibu hamil atau mereka yang sedang menyusui, disarankan untuk minum 10 mikrogram vitamin D tiap hari dan 200-300 miligram kalsium. Vitamin D dan kalsium sangat berperan dalam kesehatan tulang dan gigi. Ibu hamil membutuhkan vitamin D dan kalsium lebih banyak selama masa kehamilan untuk menunjang pertumbuhan tulang bayi.
Kekurangan vitamin D membuat anak-anak rentan untuk mengalami pertumbuhan tulang yang abnormal. Kalsium juga sangat dibutuhkan oleh para ibu hamil. Kalsium yang dikonsumsi ibu hamil akan digunakan para bayi untuk membentuk tulang. Kalsium dapat ditemukan di makanan seperti tahu, tempe, kacang merah, dan susu kedelai.
Anda juga bisa mendapatkan vitamin D secara alami dari ikan seperti salmon dan sarden, telur, dan daging. Berjemur di bawah sinar matahari juga merupakan sumber vitamin D terbaik bagi tubuh Anda.
Zat Besi
Ibu hamil membutuhkan zat besi yang cukup sebagai pembentuk sel-sel darah merah karena sel darah merahlah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh Anda dan juga kepada bayi Anda. Kekurangan zat besi akan menimbulkan anemia yang bisa membuat ibu hamil terus-menerus merasa lelah, pusing, lemah, dan pucat. Selain itu, zat besi juga sangat penting dalam pertumbuhan bayi. Kekurangan zat besi dalam masa kehamilan membuat risiko bayi menderita anemia setelah lahir lebih tinggi. Kondisi ini juga meningkatkan risiko bayi untuk lahir prematur dan terlahir dengan berat badan di bawah rata-rata.
Suplemen untuk menambah zat besi bisa menyebabkan konstipasi dan mengganggu penyerapan nutrisi-nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh. Cobalah untuk mendapatkan zat besi dari sumber-sumber alami terlebih dahulu, seperti daging tanpa lemak, sayuran berdaun hijau gelap, buah kering, dan kacang-kacangan. Tapi jika masih belum cukup, konsumsilah suplemen penambah zat besi.
Suplemen Kehamilan Terbaik
Secara umum, suplemen yang Anda butuhkan pada masa kehamilan sebaiknya mengandung vitamin dan mineral berikut ini.
- 400 unit vitamin D
- 250 miligram kalsium
- 400-800 mikrogram asam folat
- 30 miligram zat besi
- 2 miligram tembaga
- 2 miligram vitamin B6
- 15 miligram zinc
- 50 miligram vitamin C
Meski begitu, selalu ingat untuk terlebih dahulu menanyakan tiap suplemen yang Anda minum dengan dokter kandungan Anda. Melalui pemeriksaan yang tepat, dokter Anda akan mengetahui vitamin serta mineral apa yang paling dibutuhkan oleh tubuh dan janin Anda.
Ingatlah bahwa suplemen kehamilan merupakan pelengkap dan bukan pengganti makanan Anda. Selain itu jangan mengonsumsi vitamin dalam dosis yang terlalu tinggi karena malah dapat berdampak buruk pada Anda dan bayi Anda.
Apa itu asam lambung ? Pengertian Penyakit Asam Lambung
Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah masalah yang cukup umum terjadi di masyarakat. Kondisi ini disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju esofagus dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada. Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung.
Penyebab Naiknya Asam Lambung atau GERD
Penyakit asam lambung atau GERD pada umumnya disebabkan oleh tidak berfungsinya lower esophageal sphincter (LES). LES adalah lingkaran otot pada bagian bawah dari esofagus. LES berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke perut. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di perut agar tidak naik kembali ke kerongkongan atau esofagus.
Jika tidak LES menjadi longgar dan tidak menutup dengan baik, asam lambung bisa keluar dari perut dan menyebabkan penyakit asam lambung. Penyebab penyakit asam lambung biasanya terkait dengan faktor kelebihan berat badan, keadaan hamil, atau konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak.
Gejala GERD yang dirasakan adalah sensasi rasa terbakar di bagian dada atau nyeri ulu hati. Akibatnya, kita akan merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan.
Mulut serta kerongkongan juga akan terasa tidak enak. Kita juga akan mengalami rasa sakit dan kesulitan saat menelan makanan. Perawatan secara serius akan diperlukan jika gejala GERD di atas muncul secara terus-menerus.
Diagnosis Asam Lambung atau GERD
Untuk melakukan diagnosis penyakit asam lambung atau GERD, dokter cukup menanyakan gejala-gejala yang Anda alami. Penelitian lebih lanjut untuk memastikan diagnosis bisa dilakukan melalui prosedur endoskopi.
Endoskopi sendiri menggunakan alat yang disebut endoskop. Sebuah tabung fleksibel panjang dengan lampu dan kamera pada bagian ujungnya. Alat ini akan dimasukkan melalui mulut untuk melihat penyebab naiknya asam lambung dan jika ada luka di dinding esofagus.
Pengobatan Asam Lambung atau GERD
Pengobatan penyakit asam lambung memiliki tahapan. Cara awal yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mengganti menu makanan, yaitu beralih ke menu makanan yang rendah lemak dan bergizi. Tapi ketika perubahan menu makanan tidak berhasil, obat-obatan akan digunakan untuk meredakan gejala yang dirasakan.
Jika langkah pengobatan yang sudah dijalani masih belum berhasil, mungkin perlu dilakukan operasi untuk mengatasi GERD. Bagi penderita yang mengalami penyakit asam lambung secara kambuhan, mungkin perlu diberikan dosis obat untuk jangka panjang.
Komplikasi Akibat Asam Lambung atau GERD
Komplikasi penyakit asam lambung yang paling sering terjadi adalah esofagitis. Esofagitis adalah peradangan atau inflamasi pada dinding esofagus atau kerongkongan. Pada kasus esofagitis yang parah, penderita akan kesulitan menelan karena munculnya tukak. Tukak terbentuk ketika lapisan dinding esofagus tererosi sehingga menjadi luka. Pada kasus yang lebih parah lagi, bisa terjadi kanker esofagus.
Penyebab Naiknya Asam Lambung atau GERD
Penyakit asam lambung atau GERD pada umumnya disebabkan oleh tidak berfungsinya lower esophageal sphincter (LES). LES adalah lingkaran otot pada bagian bawah dari esofagus. LES berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke perut. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di perut agar tidak naik kembali ke kerongkongan atau esofagus.
Jika tidak LES menjadi longgar dan tidak menutup dengan baik, asam lambung bisa keluar dari perut dan menyebabkan penyakit asam lambung. Penyebab penyakit asam lambung biasanya terkait dengan faktor kelebihan berat badan, keadaan hamil, atau konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak.
Gejala GERD yang dirasakan adalah sensasi rasa terbakar di bagian dada atau nyeri ulu hati. Akibatnya, kita akan merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan.
Mulut serta kerongkongan juga akan terasa tidak enak. Kita juga akan mengalami rasa sakit dan kesulitan saat menelan makanan. Perawatan secara serius akan diperlukan jika gejala GERD di atas muncul secara terus-menerus.
Diagnosis Asam Lambung atau GERD
Untuk melakukan diagnosis penyakit asam lambung atau GERD, dokter cukup menanyakan gejala-gejala yang Anda alami. Penelitian lebih lanjut untuk memastikan diagnosis bisa dilakukan melalui prosedur endoskopi.
Endoskopi sendiri menggunakan alat yang disebut endoskop. Sebuah tabung fleksibel panjang dengan lampu dan kamera pada bagian ujungnya. Alat ini akan dimasukkan melalui mulut untuk melihat penyebab naiknya asam lambung dan jika ada luka di dinding esofagus.
Pengobatan Asam Lambung atau GERD
Pengobatan penyakit asam lambung memiliki tahapan. Cara awal yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan mengganti menu makanan, yaitu beralih ke menu makanan yang rendah lemak dan bergizi. Tapi ketika perubahan menu makanan tidak berhasil, obat-obatan akan digunakan untuk meredakan gejala yang dirasakan.
Jika langkah pengobatan yang sudah dijalani masih belum berhasil, mungkin perlu dilakukan operasi untuk mengatasi GERD. Bagi penderita yang mengalami penyakit asam lambung secara kambuhan, mungkin perlu diberikan dosis obat untuk jangka panjang.
Komplikasi Akibat Asam Lambung atau GERD
Komplikasi penyakit asam lambung yang paling sering terjadi adalah esofagitis. Esofagitis adalah peradangan atau inflamasi pada dinding esofagus atau kerongkongan. Pada kasus esofagitis yang parah, penderita akan kesulitan menelan karena munculnya tukak. Tukak terbentuk ketika lapisan dinding esofagus tererosi sehingga menjadi luka. Pada kasus yang lebih parah lagi, bisa terjadi kanker esofagus.
Apa Itu Mual ? Pengertian Mual
Mual adalah sensasi tidak nyaman pada perut bagian atas yang disertai dorongan untuk muntah. Namun, mual belum tentu diikuti dengan muntah.
Mual dan muntah biasanya merupakan gejala yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Mual jarang sekali menjadi pertanda penyakit yang serius atau bahkan mengancam nyawa seseorang. Kondisi ini adalah cara tubuh untuk membuang materi yang mungkin berbahaya dari dalam tubuh.
Mual juga merupakan efek samping dari berbagai macam obat-obatan, termasuk kemoterapi. Selain itu, terjadinya iritasi atau peradangan di dalam perut juga bisa menyebabkan mual dan muntah.
Penyebab Mual dan Muntah
Penyakit gastroenteritis adalah penyebab paling umum yang mengakibatkan terjadinya mual dan muntah. Gastroenteritis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus di perut. Selain menyebabkan mual dan muntah, gastroenteritis biasanya juga mengakibatkan diare. Perlu diingat bahwa mual dan muntah bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kondisi tertentu.
Selain gastroenteritis, berikut ini adalah beberapa kondisi lain yang umumnya menyebabkan rasa mual:
Beberapa kondisi medis yang bisa menimbulkan rasa mual pada seseorang antara lain:
Penyebab lain rasa mual juga meliputi:
Khususnya pada bayi dan anak-anak adalah normal bila terkadang mereka muntah sekali-kali dan tidak lebih dari satu atau dua hari. Penyebab yang paling umum adalah penyakit gastroenteritis, biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang juga dapat menimbulkan diare.
Beberapa penyebab kemunculan gejala muntah pada anak-anak mungkin disebabkan oleh kondisi-kondisi berikut ini:
Masalah yang berpotensi timbul akibat muntah yang parah adalah dehidrasi. Kondisi ini akan lebih bermasalah jika terjadi pada anak kecil, apalagi jika mereka mengalami diare juga. Waspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak.
Pada wanita hamil, muntah yang terjadi secara berkepanjangan bisa membahayakan nyawa sang ibu dan janin di dalam kandungannya, hal ini dikarenakan oleh volume cairan tubuh menurun, ketidakseimbangan asam-basa dan elektrolit di dalam tubuhnya juga kekurangan nutrisi.
Saatnya Mencari Pertolongan Medis
Mual dan muntah bukanlah penyakit, tapi merupakan gejala dari kondisi medis tertentu.Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diwaspadai dan dianggap sebagai keadaan darurat:
Segera bawa anak Anda ke dokter jika mengalami hal-hal berikut ini:
Pengobatan Mual dan Muntah
Ada dua cara penanganan mual, yaitu perawatan sendiri serta pemberian obat-obatan. Beberapa perawatan sendiri yang bisa dilakukan untuk menangani mual adalah:
Beberapa obat-obatan yang bisa diberikan untuk menangani mual adalah sebagai berikut:
Pencegahan Mual dan Muntah
Ketika kita mulai merasa mual dan ingin muntah, kita bisa mencegahnya dengan minum sedikit minuman manis, seperti jahe atau jus buah. Tapi, hindari minum jus buah yang terlalu tinggi kadar asamnya, seperti jeruk dan jeruk bali. Mengonsumsi obat antimual sebelum perjalanan juga dapat mengurangi risiko mual di atas kendaraan. Penderita sebaiknya menghindari pemicu mual, seperti:
Pada anak-anak, untuk mengurangi risiko agar mereka tidak mual dan muntah, usahakan agar mereka tidak makan sambil bermain-main. Agar tidak mabuk perjalanan, posisikan tempat duduk anak bisa melihat kaca depan. Melihat gerakan cepat dari kaca samping, membaca, atau bermain permainan video di dalam mobil bisa menyebabkan mabuk perjalanan.
Beberapa tindakan pencegahan agar mual yang sudah dirasakan tidak berlanjut muntah adalah:
Mual dan muntah biasanya merupakan gejala yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Mual jarang sekali menjadi pertanda penyakit yang serius atau bahkan mengancam nyawa seseorang. Kondisi ini adalah cara tubuh untuk membuang materi yang mungkin berbahaya dari dalam tubuh.
Mual juga merupakan efek samping dari berbagai macam obat-obatan, termasuk kemoterapi. Selain itu, terjadinya iritasi atau peradangan di dalam perut juga bisa menyebabkan mual dan muntah.
Penyebab Mual dan Muntah
Penyakit gastroenteritis adalah penyebab paling umum yang mengakibatkan terjadinya mual dan muntah. Gastroenteritis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus di perut. Selain menyebabkan mual dan muntah, gastroenteritis biasanya juga mengakibatkan diare. Perlu diingat bahwa mual dan muntah bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kondisi tertentu.
Selain gastroenteritis, berikut ini adalah beberapa kondisi lain yang umumnya menyebabkan rasa mual:
- Radang usus buntu atau apendisitis.
- Mual pada awal kehamilan atau morning sickness.
- Mabuk laut atau mabuk perjalanan.
- Vertigo.
Beberapa kondisi medis yang bisa menimbulkan rasa mual pada seseorang antara lain:
- Infeksi kandung kemih.
- Bulimia atau penyakit psikologis lain.
- Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
- Hambatan pada saluran pencernaan, hernia, atau batu empedu.
- Infeksi ginjal dan batu ginjal.
- Beberapa obat-obatan, seperti obat bius, pereda rasa nyeri, atau antibiotik.
- Penyakit asam lambung.
- Hepatitis.
- Infeksi telinga.
- Serangan jantung.
- Tumor otak.
- Gegar otak atau cedera otak lainnya.
- Efek samping kemoterapi.
- Migrain.
Penyebab lain rasa mual juga meliputi:
- Terlalu banyak makan.
- Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.
- Reaksi terhadap aroma atau bau tertentu.
Khususnya pada bayi dan anak-anak adalah normal bila terkadang mereka muntah sekali-kali dan tidak lebih dari satu atau dua hari. Penyebab yang paling umum adalah penyakit gastroenteritis, biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang juga dapat menimbulkan diare.
Beberapa penyebab kemunculan gejala muntah pada anak-anak mungkin disebabkan oleh kondisi-kondisi berikut ini:
- Keracunan makanan.
- Infeksi virus.
- Mabuk perjalanan.
- Terlalu banyak makan.
- Alergi terhadap susu.
- Batuk.
- Demam tinggi.
- Sistem pencernaan yang terhambat.
Masalah yang berpotensi timbul akibat muntah yang parah adalah dehidrasi. Kondisi ini akan lebih bermasalah jika terjadi pada anak kecil, apalagi jika mereka mengalami diare juga. Waspadai tanda-tanda dehidrasi pada anak.
Pada wanita hamil, muntah yang terjadi secara berkepanjangan bisa membahayakan nyawa sang ibu dan janin di dalam kandungannya, hal ini dikarenakan oleh volume cairan tubuh menurun, ketidakseimbangan asam-basa dan elektrolit di dalam tubuhnya juga kekurangan nutrisi.
Saatnya Mencari Pertolongan Medis
Mual dan muntah bukanlah penyakit, tapi merupakan gejala dari kondisi medis tertentu.Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diwaspadai dan dianggap sebagai keadaan darurat:
- Terdapat darah dalam muntahan. Biasanya berwarna merah terang atau menyerupai bubuk kopi.
- Muntahan berwarna hijau yang berarti mengandung cairan empedu. Bisa menandakan adanya hambatan dalam saluran pencernaan.
- Mengalami sakit kepala parah atau leher terasa kaku.
- Sakit pada dada yang parah.
- Sakit perut parah yang mendadak muncul.
- Denyut jantung yang cepat.
- Demam tinggi.
- Kelelahan, kebingungan, atau kesadaran berkurang.
- Pandangan menjadi kabur.
- Mengalami muntah-muntah parah selama lebih dari 24 jam.
- Mengalami gejala dehidrasi, seperti rasa haus berlebihan, mulut kering, sedikit buang air kecil, urine berwarna gelap, pusing atau pening saat berdiri.
Segera bawa anak Anda ke dokter jika mengalami hal-hal berikut ini:
- Bayi atau anak berusia di bawah enam tahun mengalami muntah-muntah selama beberapa jam, disertai dengan diare, tanda-tanda dehidrasi, dan demam. Selain itu, mereka kurang atau tidak buang air kecil selama enam jam.
- Anak berusia di atas enam tahun yang muntah-muntah selama lebih dari satu hari, disertai diare, gejala dehidrasi. Disertai dengan demam dan kurang atau tidak buang air kecil selama enam jam.
- Jika makanan dan minuman yang dikonsumsi anak tidak dapat bertahan selama delapan jam karena dimuntahkan kembali.
Pengobatan Mual dan Muntah
Ada dua cara penanganan mual, yaitu perawatan sendiri serta pemberian obat-obatan. Beberapa perawatan sendiri yang bisa dilakukan untuk menangani mual adalah:
- Usahakan tetap mengonsumsi cairan meskipun sedikit, agar terhindar dari dehidrasi.
- Disarankan untuk mengonsumsi minuman manis untuk menggantikan kandungan gula yang hilang.
- Makanan yang mengandung garam juga dianjurkan untuk dikonsumsi, supaya dapat mengganti kandungan garam tubuh.
- Terlalu banyak aktivitas dapat membuat mual menjadi lebih parah.
- Hindari mencium bau yang menyengat atau tidak sedap.
- Konsumsilah makanan lunak dan mudah dicerna.
- Minum larutan penambah cairan tubuh atau oralit untuk menghindari dehidrasi.
- Bagi wanita hamil yang mengalami mual awal kehamilan bisa menjauhi bau makanan atau pemicu-pemicu lain yang menyebabkannya rasa mual makin menjadi-jadi.
- Menghentikan obat yang dikonsumsi melalui mulut. Tapi, tanyakan kepada dokter sebelum menghentikan konsumsi obat-obatan Anda.
- Makan secara perlahan-lahan dan jangan langsung berbaring setelah makan.
- Konsumsi makanan dalam keadaan dingin jika Anda mual saat mencium aroma makanan panas.
- Minum atau makanlah jahe yang bisa secara efektif menangani mual.
Beberapa obat-obatan yang bisa diberikan untuk menangani mual adalah sebagai berikut:
- Obat anti-emetik. Tidak semua penderita mual bisa ditangani dengan obat jenis ini.
- Obat anti-histamin dan anti-kolinergik, biasanya diberikan untuk menghindari mual selama perjalanan dengan kendaraan.
- Obat antagonis dopamin, biasanya diberikan bagi penderita mual yang berhubungan dengan sakit kepala atau migrain.
- Obat antagonis serotonin, umumnya diresepkan untuk penderita mual akibat penyakit gastroenteritis.
- Obat kanabinoid. Pada sebagian pasien kemoterapi obat jenis ini mampu secara efektif mengurangi efek mual.
Pencegahan Mual dan Muntah
Ketika kita mulai merasa mual dan ingin muntah, kita bisa mencegahnya dengan minum sedikit minuman manis, seperti jahe atau jus buah. Tapi, hindari minum jus buah yang terlalu tinggi kadar asamnya, seperti jeruk dan jeruk bali. Mengonsumsi obat antimual sebelum perjalanan juga dapat mengurangi risiko mual di atas kendaraan. Penderita sebaiknya menghindari pemicu mual, seperti:
- Memandang kerlap kerlip lampu, karena dapat memicu migrain.
- Kondisi panas dan lembap.
- Perjalanan laut.
- Bau yang menyengat dan tidak sehat.
- Mengubah pola makan, bisa menurunkan risiko mual.
- Hindari aktivitas fisik berat setelah makan.
- Hindari makanan pedas, berlemak tinggi, dan
- Hindari makanan yang telah diproses, atau yang mengandung banyak garam.
- Hindari minuman yang mengandung kafein, alkohol atau bergas (carbonated drink).
Pada anak-anak, untuk mengurangi risiko agar mereka tidak mual dan muntah, usahakan agar mereka tidak makan sambil bermain-main. Agar tidak mabuk perjalanan, posisikan tempat duduk anak bisa melihat kaca depan. Melihat gerakan cepat dari kaca samping, membaca, atau bermain permainan video di dalam mobil bisa menyebabkan mabuk perjalanan.
Beberapa tindakan pencegahan agar mual yang sudah dirasakan tidak berlanjut muntah adalah:
- Minum sedikit minuman jernih, manis dan yang tidak mengandung gas seperti jahe atau jus buah selain jeruk serta anggur.
- Posisikan tubuh agar dapat duduk atau bahkan tidur dengan nyaman.
Apa Itu Depresi ? Pengertian Depresi
Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu atau lebih yang memengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati (mood) dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari. Ketika mengalami depresi kita akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.
Ketika mengalami depresi, suasana hati yang sedih bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Banyak orang yang menganggap depresi adalah sesuatu yang sepele dan bisa hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya, depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung.
Akibat depresi, kegiatan sehari-hari seperti bersekolah atau bekerja menjadi tidak menyenangkan. Bahkan, untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain maupun keluarga sendiri terasa begitu berat. Depresi bisa membuat Anda merasa hidup ini tidak ada gunanya, bahkan dapat memicu penderita untuk melakukan bunuh diri.
Menurut catatan WHO, setidaknya 350 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi dan lebih dari 800 ribu orang meninggal bunuh diri akibat depresi. Masih banyak penderita depresi yang tidak mengakui kondisi mereka, sehingga tidak pernah ditangani atau setidaknya dibicarakan. Depresi lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki.
Sedangkan di Indonesia sendiri, penyebab kematian akibat depresi menduduki peringkat ke delapan dengan menyumbang 3 persen dari total angka kematian.
Depresi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti gangguan depresi persisten, depresi perinatal, gangguan bipolar, depresi mayor, gangguan afektif musiman, depresi psikotik. Penjelasan lebih lanjut bisa Anda lihat di laman gejala depresi.
Gejala yang Muncul pada Penderita Depresi
Gejala dan juga pengaruh depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala psikologis yang muncul akibat depresi:
Gejala fisik akibat depresi:
Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu hubungan dengan orang di sekitar Anda. Untuk depresi yang berat atau parah, depresi bisa berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri.
Ketika merasakan beberapa gejala depresi yang dialami hampir seharian dan berlangsung setiap hari selama dua minggu, segera temui dokter agar proses pemulihan bisa dimulai dan dilakukan sepenuhnya.
Penyebab dan Faktor Risiko Depresi
Tidak ada satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi terpicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis. Jika di dalam riwayat kesehatan keluarga Anda terdapat orang yang menderita depresi, maka terdapat kecenderungan bagi Anda untuk mengalaminya juga.
Beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:
Selain hal-hal di atas, beberapa kondisi medis yang berlangsung lama dan mengancam hidup juga bisa memicu depresi pada penderitanya, seperti penyakit jantung koroner, atau kanker. Kelenjar tiroid yang kurang aktif, atau cedera kepala minor yang merusak kelenjar kecil basal otak (pituitary gland) bisa menimbulkan beberapa gejala seperti sangat kelelahan dan kehilangan libido, keadaan ini yang kemudian dapat menimbulkan depresi.
Pengobatan pada Depresi
Teknik pengobatan dan perawatan depresi sangat tergantung kepada jenis dan penyebab dari depresi yang dialami. Terdapat berbagai jenis obat antidepresan yang penggunaannya diresepkan oleh dokter, dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.
Perubahan hidup seperti sering berolahraga dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol dapat memberikan keuntungan bagi penderita depresi. Anda juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok terapi untuk berbagi cerita dan saling memberi dukungan.
Akibat dari depresi yang paling parah adalah kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Cobalah untuk selalu berbagi cerita kepada orang-orang terdekat Anda tentang masalah yang sedang dihadapi. Penderita juga sangat disarankan untuk menemui dokter, terutama jika depresi telah berlangsung lama atau parah. Makin dini penanganan depresi, kemungkinan pemulihan secara menyeluruh bisa didapatkan.
Ketika mengalami depresi, suasana hati yang sedih bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
Banyak orang yang menganggap depresi adalah sesuatu yang sepele dan bisa hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya, depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung.
Akibat depresi, kegiatan sehari-hari seperti bersekolah atau bekerja menjadi tidak menyenangkan. Bahkan, untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain maupun keluarga sendiri terasa begitu berat. Depresi bisa membuat Anda merasa hidup ini tidak ada gunanya, bahkan dapat memicu penderita untuk melakukan bunuh diri.
Menurut catatan WHO, setidaknya 350 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi dan lebih dari 800 ribu orang meninggal bunuh diri akibat depresi. Masih banyak penderita depresi yang tidak mengakui kondisi mereka, sehingga tidak pernah ditangani atau setidaknya dibicarakan. Depresi lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki.
Sedangkan di Indonesia sendiri, penyebab kematian akibat depresi menduduki peringkat ke delapan dengan menyumbang 3 persen dari total angka kematian.
Depresi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti gangguan depresi persisten, depresi perinatal, gangguan bipolar, depresi mayor, gangguan afektif musiman, depresi psikotik. Penjelasan lebih lanjut bisa Anda lihat di laman gejala depresi.
Gejala yang Muncul pada Penderita Depresi
Gejala dan juga pengaruh depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala psikologis yang muncul akibat depresi:
- Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
- Merasa bersedih secara berkepanjangan.
- Mudah merasa cemas.
- Merasa hidup tidak ada harapan.
- Mudah menangis.
- Merasa sangat bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya.
- Tidak percaya diri.
- Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
- Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.
- Berpikir atau mencoba bunuh diri.
Gejala fisik akibat depresi:
- Badan selalu merasa lelah.
- Gangguan pada pola tidur.
- Merasakan berbagai rasa sakit.
- Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual.
- Bergerak atau berbicara lebih lambat.
- Merasa tidak bisa beristirahat atau kesulitan untuk duduk diam.
- Berat badan berubah.
- Sakit kepala.
- Mengalami kram.
- Gangguan pencernaan tanpa sebab fisik yang jelas.
Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu hubungan dengan orang di sekitar Anda. Untuk depresi yang berat atau parah, depresi bisa berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri.
Ketika merasakan beberapa gejala depresi yang dialami hampir seharian dan berlangsung setiap hari selama dua minggu, segera temui dokter agar proses pemulihan bisa dimulai dan dilakukan sepenuhnya.
Penyebab dan Faktor Risiko Depresi
Tidak ada satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi terpicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis. Jika di dalam riwayat kesehatan keluarga Anda terdapat orang yang menderita depresi, maka terdapat kecenderungan bagi Anda untuk mengalaminya juga.
Beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:
- Kejadian tragis atau signifikan seperti kehilangan seseorang atau pun pekerjaan.
- Kehamilan dan/atau melahirkan.
- Masalah keuangan.
- Terisolasi secara sosial.
- Trauma masa kecil.
- Ketergantungan terhadap narkoba dan/atau alkohol.
Selain hal-hal di atas, beberapa kondisi medis yang berlangsung lama dan mengancam hidup juga bisa memicu depresi pada penderitanya, seperti penyakit jantung koroner, atau kanker. Kelenjar tiroid yang kurang aktif, atau cedera kepala minor yang merusak kelenjar kecil basal otak (pituitary gland) bisa menimbulkan beberapa gejala seperti sangat kelelahan dan kehilangan libido, keadaan ini yang kemudian dapat menimbulkan depresi.
Pengobatan pada Depresi
Teknik pengobatan dan perawatan depresi sangat tergantung kepada jenis dan penyebab dari depresi yang dialami. Terdapat berbagai jenis obat antidepresan yang penggunaannya diresepkan oleh dokter, dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.
Perubahan hidup seperti sering berolahraga dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol dapat memberikan keuntungan bagi penderita depresi. Anda juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok terapi untuk berbagi cerita dan saling memberi dukungan.
Akibat dari depresi yang paling parah adalah kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Cobalah untuk selalu berbagi cerita kepada orang-orang terdekat Anda tentang masalah yang sedang dihadapi. Penderita juga sangat disarankan untuk menemui dokter, terutama jika depresi telah berlangsung lama atau parah. Makin dini penanganan depresi, kemungkinan pemulihan secara menyeluruh bisa didapatkan.
Lawan Morning Sickness Pada Awal Kehamilan
Morning sickness adalah istilah kondisi mual dan muntah yang biasanya terjadi ketika masa awal kehamilan. Tidak hanya terjadi pada pagi hari, ibu hamil juga dapat mengalami morning sickness pada siang, malam, bahkan sepanjang hari.
Perubahan hormon pada trismester pertama kehamilan diduga merupakan salah satu penyebabnya. Beberapa pakar menduga bahwa ada kaitan antara hCG dengan terjadinya morning sickness. Human chorionic gonadoptrin (hCG) merupakan hormon yang terbentuk selama masa kehamilan. Hormon ini dihasilkan oleh janin kemudian oleh ari-ari. Hormon inilah yang menjaga kehamilan dan menjaga produksi hormon kehamilan lainnya, yaitu progesteron, tetap stabil.
Penyebab lainnya adalah kemampuan indera penciuman wanita hamil yang meningkat secara signifikan. Hal ini membuat ibu hamil sensitif terhadap bau dan kondisi ini dapat memicu rasa mual. Sebenarnya, gejala mual dan muntah dapat menjadi cara ibu hamil melindungi dirinya dan janin dari keracunan makanan. Kadar zat racun diduga mempengaruhi rasa dan bau makanan. Faktor-faktor inilah yang berpotensi membuat ibu hamil mual dan muntah supaya bayi tidak menyerap makanan tersebut.
Jika morning sickness yang Anda alami masih tergolong normal dan bukan termasuk hiperemesis gravidarum, Anda dapat menanganinya sendiri di rumah. Kuncinya adalah jangan membiarkan morning sickness menurunkan kualitas hidup Anda. Beberapa cara berikut dapat membantu melawan mual dan muntah.
Seiring pertambahan usia janin, gejala morning sickness dapat membaik. Bahkan gejala dapat hilang ketika kandungan berusia 12 minggu. Namun, ada juga wanita dengan morning sickness yang lebih lama atau lebih parah. Sebagian wanita dapat mengalami morning sickness yang lebih lama dari tiga bulan. Dan, walaupun jarang, ada yang mengalaminya hingga usia kehamilan lebih dari lima bulan. Sementara itu, ada pula kasus morning sickness yang parah atau disebut hiperemesis gravidarum (HG).
Ibu hamil yang mengalami HG tidak dapat memasukkan makanan dan minuman karena muntah terlalu sering dan berkepanjangan. Pada beberapa wanita, muntah dapat terjadi lebih dari lima puluh kali dalam sehari. Di samping itu, gejala morning sickness pada penderita HG dapat berlanjut hingga melahirkan. Penderita HG berisiko mengalami penurunan berat badan dan dehidrasi yang berbahaya bagi keselamatan ibu dan janin. Oleh karena itu, kondisi HG memerlukan pertolongan medis yang serius.
Jika cara di atas tidak meringankan gejala morning sickness, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter. Terlebih, jika berat badan menurun lebih dari satu kilogram, mual dan muntah terus berlanjut hingga bulan keempat, muntah lebih dari tiga kali sehari, atau muntah darah.
Perubahan hormon pada trismester pertama kehamilan diduga merupakan salah satu penyebabnya. Beberapa pakar menduga bahwa ada kaitan antara hCG dengan terjadinya morning sickness. Human chorionic gonadoptrin (hCG) merupakan hormon yang terbentuk selama masa kehamilan. Hormon ini dihasilkan oleh janin kemudian oleh ari-ari. Hormon inilah yang menjaga kehamilan dan menjaga produksi hormon kehamilan lainnya, yaitu progesteron, tetap stabil.
Penyebab lainnya adalah kemampuan indera penciuman wanita hamil yang meningkat secara signifikan. Hal ini membuat ibu hamil sensitif terhadap bau dan kondisi ini dapat memicu rasa mual. Sebenarnya, gejala mual dan muntah dapat menjadi cara ibu hamil melindungi dirinya dan janin dari keracunan makanan. Kadar zat racun diduga mempengaruhi rasa dan bau makanan. Faktor-faktor inilah yang berpotensi membuat ibu hamil mual dan muntah supaya bayi tidak menyerap makanan tersebut.
Jika morning sickness yang Anda alami masih tergolong normal dan bukan termasuk hiperemesis gravidarum, Anda dapat menanganinya sendiri di rumah. Kuncinya adalah jangan membiarkan morning sickness menurunkan kualitas hidup Anda. Beberapa cara berikut dapat membantu melawan mual dan muntah.
- Beristirahat dengan cukup karena kelelahan dapat memperparah morning sickness. Ketika sudah bangun, jangan terburu-buru untuk bangkit dari tempat tidur.
- Ketika bangun tidur di pagi hari, bahkan sebelum beranjak dari tempat tidur, langsung makan sedikit roti kering. Lakukan juga ketika terbangun pada malam hari.
- Minum air putih yang cukup. Minumlah secara perlahan-lahan agar tidak mual.
- Minumlah minuman yang hangat, jangan yang dingin atau dengan rasa serta aroma yang terlalu tajam.
- Sebaiknya jangan memakan makanan yang panas karena baunya akan lebih tercium dibanding ketika makanannya sudah lebih dingin.
- Pilihlah makanan yang tinggi kandungan protein dan karbohidrat serta mudah dicerna, misalnya keju, cracker, susu dan yogurt, selai kacang, atau apel.
- Hindari makanan yang berlemak atau berminyak, dan pedas.
- Sebaiknya makan dengan porsi sedikit tetapi sering daripada porsi besar sekaligus. Ibu hamil dapat mengonsumsi kudapan setiap 1-2 jam setiap harinya.
- Konsumsilah jahe atau produk berbahan dasar jahe seperti minuman jahe atau permen jahe untuk mengurangi rasa mual.
- Hindari makanan atau bau-bauan yang dapat memicu rasa mual.
- Hiruplah udara segar. Ibu hamil dapat berjalan-jalan di luar rumah pada pagi hari atau sore hari untuk mendapat udara segar. Jangan lupa untuk membuka jendela agar sirkulasi udara di dalam rumah baik.
- Menjauhlah dari asap rokok. Sebisa mungkin jangan ada anggota keluarga yang merokok di dalam rumah. Ibu hamil juga tidak boleh merokok.
- Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
- Konsumsi suplemen seperti vitamin B6 dengan pengawasan dokter.
- Jangan terlalu memikirkan morning sickness. Alihkanlah perhatian Anda pada aktivitas ringan yang menyenangkan.
Seiring pertambahan usia janin, gejala morning sickness dapat membaik. Bahkan gejala dapat hilang ketika kandungan berusia 12 minggu. Namun, ada juga wanita dengan morning sickness yang lebih lama atau lebih parah. Sebagian wanita dapat mengalami morning sickness yang lebih lama dari tiga bulan. Dan, walaupun jarang, ada yang mengalaminya hingga usia kehamilan lebih dari lima bulan. Sementara itu, ada pula kasus morning sickness yang parah atau disebut hiperemesis gravidarum (HG).
Ibu hamil yang mengalami HG tidak dapat memasukkan makanan dan minuman karena muntah terlalu sering dan berkepanjangan. Pada beberapa wanita, muntah dapat terjadi lebih dari lima puluh kali dalam sehari. Di samping itu, gejala morning sickness pada penderita HG dapat berlanjut hingga melahirkan. Penderita HG berisiko mengalami penurunan berat badan dan dehidrasi yang berbahaya bagi keselamatan ibu dan janin. Oleh karena itu, kondisi HG memerlukan pertolongan medis yang serius.
Jika cara di atas tidak meringankan gejala morning sickness, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter. Terlebih, jika berat badan menurun lebih dari satu kilogram, mual dan muntah terus berlanjut hingga bulan keempat, muntah lebih dari tiga kali sehari, atau muntah darah.
Penyebab Sering Buang Air Kecil
Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil.
Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu.
Sebelumnya, Anda harus memastikan apakah memang terlalu banyak minum atau waktu minum Anda mendekati jam tidur sehingga terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Bila tidak demikian, perhatikanlah gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil serta gejala lain yang mungkin menyertai.
1.Infeksi saluran kemih. Ingin selalu buang air kecil yang tidak dapat ditahan serta diiringi demam dan rasa tidak nyaman atau nyeri pada area perut dapat menjadi pertanda infeksi saluran kemih.
2.Kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder). Kondisi di mana otot kandung kemih berkontraksi tiba-tiba secara tidak terkontrol sehingga menyebabkan keinginan untuk buang air kencing walaupun kandung kemih belum penuh urine.
3.Infeksi ginjal. Selain sering buang air kecil, gejalanya antara lain sakit punggung, sakit pada pangkal paha, mual, muntah, diare, demam, serta gemetaran.
4.Batu ginjal. Ini merupakan batu mineral yang terbentuk di dalam kandung kemih ketika urine terkonsentrasi. Gejala lainnya adalah kencing yang keluar sedikit-sedikit disertai rasa nyeri, bangun tidur di malam hari untuk kencing, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urine atau warna urine berubah gelap maupun keruh.
5.Kehamilan. Pada awal kehamilan, uterus akan tumbuh dan menekan kandung kemih, sehingga menyebabkan sering buang air kecil.
6.Diabetes. Sering buang air kecil dengan jumlah urine yang tidak normal seringkali merupakan gejala diabetes. Hal ini disebabkan karena tubuh berusaha membersihkan glukosa yang tidak terpakai di darah melalui urine.
6.Gangguan prostat. Pembesaran prostat dapat menekan uretra atau saluran kemih dan menutup aliran urine. Hal ini menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi. Akibatnya, kandung kemih menjadi mudah berkontraksi bahkan ketika hanya ada sedikit urine, sehingga sering muncul rasa ingin buang air kecil.
7.Mengonsumsi obat-obatan diuretik, yaitu obat untuk tekanan darah tinggi atau penimbunan cairan di ginjal. Obat ini akan membuang cairan berlebih di dalam tubuh, mengakibatkan keinginan buang air kecil secara terus menerus.
8.Stroke atau penyakit saraf. Kerusakan pada saraf yang berkaitan dengan fungsi kandung kemih dapat memicu seringnya buang air kecil.
9.Divertikulitis atau peradangan pada dinding usus besar. Gejalanya yaitu rasa nyeri yang berawal dari pusar dan bergerak ke perut bagian bawah, demam, sering buang air kecil yang disertai rasa nyeri saat kencing, dan pendarahan dari dubur.
10.Faktor psikologis. Salah satunya adalah kecemasan berlebihan yang berlangsung lama. Misalnya kekhawatiran tentang keuangan, pekerjaan, sekolah, atau keluarga, tapi tidak dapat menjelaskan penyebabnya secara spesifik (gangguan cemas menyeluruh). Gejala selain sering buang air kecil yaitu jantung berdebar-debar, berkeringat, otot tegang, sulit tidur, mudah terkejut, mudah marah, sulit konsentrasi, gemetaran, mual, diare, sakit punggung, serta sakit kepala.
Biasanya diperlukan pemeriksaan urine untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine. Selain itu, mungkin juga dilakukan tes lainnya seperti tes pencitraan, tes neurologis, serta tes urodinamik. Tes pencitraan seperti USG bertujuan untuk menampilkan gambar dari dalam tubuh. Tes neurologis bertujuan untuk memeriksa apakah ada gangguan saraf. Sedangkan tes urodinamik berguna untuk memeriksa seberapa baik keadaan kandung kemih, sfingter, dan uretra.
Pengobatan untuk kondisi sering buang air kecil adalah tergantung dari penyebabnya. Bila dikarenakan oleh infeksi, dokter biasanya akan memberikan antibiotik. Bila diabetes sebagai penyebab, maka penanganannya adalah mengontrol gula darah. Kondisi kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder) dapat dibantu dengan langkah-langkah berikut:
*Melatih kandung kemih selama kurang lebih dua belas minggu. Cara melatihnya tergolong sederhana, yaitu mengendalikan jarak waktu buang air kecil. Hal ini dapat mengurangi frekuensi buang air kecil serta melatih kandung kemih untuk menyimpan urine lebih lama.
*Senam kegel dipercaya dapat menguatkan otot di sekitar kandung kemih dan uretra, sehingga dapat mengurangi dorongan buang air kecil. Mengendalikan kandung kemih dapat dilakukan dengan latihan yang berfokus pada panggul selama lima menit. Lakukan latihan ini setidaknya tiga kali dalam sehari.
*Mengubah pola makan, seperti menghindari konsumsi minuman keras, kafein, soda, tomat, cokelat, makanan pedas, serta pemanis buatan. Di samping itu, konstipasi juga dapat memicu seringnya buang air kecil. Perbanyaklah mengonsumsi makanan kaya serat dan cukupi kebutuhan air putih, tetapi sebaiknya menghindari minum ketika ingin tidur di malam hari.
*Akupuntur dipercaya dapat membantu wanita mengatasi masalah sering buang air kecil dengan memanipulasi titik akupuntur tertentu.
Jika Anda mencurigai seringnya buang air kecil yang dialami disebabkan oleh kondisi medis tertentu, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Terlebih lagi, ketika terdapat darah pada urine atau urine berwarna keruh.
Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu.

Sebelumnya, Anda harus memastikan apakah memang terlalu banyak minum atau waktu minum Anda mendekati jam tidur sehingga terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Bila tidak demikian, perhatikanlah gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil serta gejala lain yang mungkin menyertai.
1.Infeksi saluran kemih. Ingin selalu buang air kecil yang tidak dapat ditahan serta diiringi demam dan rasa tidak nyaman atau nyeri pada area perut dapat menjadi pertanda infeksi saluran kemih.
2.Kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder). Kondisi di mana otot kandung kemih berkontraksi tiba-tiba secara tidak terkontrol sehingga menyebabkan keinginan untuk buang air kencing walaupun kandung kemih belum penuh urine.
3.Infeksi ginjal. Selain sering buang air kecil, gejalanya antara lain sakit punggung, sakit pada pangkal paha, mual, muntah, diare, demam, serta gemetaran.
4.Batu ginjal. Ini merupakan batu mineral yang terbentuk di dalam kandung kemih ketika urine terkonsentrasi. Gejala lainnya adalah kencing yang keluar sedikit-sedikit disertai rasa nyeri, bangun tidur di malam hari untuk kencing, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urine atau warna urine berubah gelap maupun keruh.
5.Kehamilan. Pada awal kehamilan, uterus akan tumbuh dan menekan kandung kemih, sehingga menyebabkan sering buang air kecil.
6.Diabetes. Sering buang air kecil dengan jumlah urine yang tidak normal seringkali merupakan gejala diabetes. Hal ini disebabkan karena tubuh berusaha membersihkan glukosa yang tidak terpakai di darah melalui urine.
6.Gangguan prostat. Pembesaran prostat dapat menekan uretra atau saluran kemih dan menutup aliran urine. Hal ini menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi. Akibatnya, kandung kemih menjadi mudah berkontraksi bahkan ketika hanya ada sedikit urine, sehingga sering muncul rasa ingin buang air kecil.
7.Mengonsumsi obat-obatan diuretik, yaitu obat untuk tekanan darah tinggi atau penimbunan cairan di ginjal. Obat ini akan membuang cairan berlebih di dalam tubuh, mengakibatkan keinginan buang air kecil secara terus menerus.
8.Stroke atau penyakit saraf. Kerusakan pada saraf yang berkaitan dengan fungsi kandung kemih dapat memicu seringnya buang air kecil.
9.Divertikulitis atau peradangan pada dinding usus besar. Gejalanya yaitu rasa nyeri yang berawal dari pusar dan bergerak ke perut bagian bawah, demam, sering buang air kecil yang disertai rasa nyeri saat kencing, dan pendarahan dari dubur.
10.Faktor psikologis. Salah satunya adalah kecemasan berlebihan yang berlangsung lama. Misalnya kekhawatiran tentang keuangan, pekerjaan, sekolah, atau keluarga, tapi tidak dapat menjelaskan penyebabnya secara spesifik (gangguan cemas menyeluruh). Gejala selain sering buang air kecil yaitu jantung berdebar-debar, berkeringat, otot tegang, sulit tidur, mudah terkejut, mudah marah, sulit konsentrasi, gemetaran, mual, diare, sakit punggung, serta sakit kepala.
Biasanya diperlukan pemeriksaan urine untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine. Selain itu, mungkin juga dilakukan tes lainnya seperti tes pencitraan, tes neurologis, serta tes urodinamik. Tes pencitraan seperti USG bertujuan untuk menampilkan gambar dari dalam tubuh. Tes neurologis bertujuan untuk memeriksa apakah ada gangguan saraf. Sedangkan tes urodinamik berguna untuk memeriksa seberapa baik keadaan kandung kemih, sfingter, dan uretra.
Pengobatan untuk kondisi sering buang air kecil adalah tergantung dari penyebabnya. Bila dikarenakan oleh infeksi, dokter biasanya akan memberikan antibiotik. Bila diabetes sebagai penyebab, maka penanganannya adalah mengontrol gula darah. Kondisi kandung kemih terlalu aktif (overactive bladder) dapat dibantu dengan langkah-langkah berikut:
*Melatih kandung kemih selama kurang lebih dua belas minggu. Cara melatihnya tergolong sederhana, yaitu mengendalikan jarak waktu buang air kecil. Hal ini dapat mengurangi frekuensi buang air kecil serta melatih kandung kemih untuk menyimpan urine lebih lama.
*Senam kegel dipercaya dapat menguatkan otot di sekitar kandung kemih dan uretra, sehingga dapat mengurangi dorongan buang air kecil. Mengendalikan kandung kemih dapat dilakukan dengan latihan yang berfokus pada panggul selama lima menit. Lakukan latihan ini setidaknya tiga kali dalam sehari.
*Mengubah pola makan, seperti menghindari konsumsi minuman keras, kafein, soda, tomat, cokelat, makanan pedas, serta pemanis buatan. Di samping itu, konstipasi juga dapat memicu seringnya buang air kecil. Perbanyaklah mengonsumsi makanan kaya serat dan cukupi kebutuhan air putih, tetapi sebaiknya menghindari minum ketika ingin tidur di malam hari.
*Akupuntur dipercaya dapat membantu wanita mengatasi masalah sering buang air kecil dengan memanipulasi titik akupuntur tertentu.
Jika Anda mencurigai seringnya buang air kecil yang dialami disebabkan oleh kondisi medis tertentu, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Terlebih lagi, ketika terdapat darah pada urine atau urine berwarna keruh.
Ini Serius, Jaga Baik-baik Kesehatan Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan bagian dari sistem sirkulasi di dalam tubuh manusia. Pembuluh darah ibarat selang yang di dalamnya mengalir darah dari jantung ke seluruh tubuh dan dari seluruh tubuh ke jantung. Darah mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, sekaligus mengangkut produk sisa. Semua sel di dalam tubuh membutuhkan oksigen dan nutrisi penting yang terdapat di dalam darah. Tanpa oksigen dan nutrisi tersebut, sel bisa mati.
Selain berperan penting untuk transportasi darah, pembuluh darah juga berkontribusi kepada pengendalian tekanan darah. Namun, pengendalian tekanan darah tidak hanya dilakukan oleh pembuluh darah. Tubuh manusia secara keseluruhan juga didukung oleh sistem kerja yang mencakup sinyal dari otak dan sistem saraf, hormon, serta respons alami pembuluh darah. Senyawa kimia tertentu dalam tubuh bisa menyebabkan respons terhadap pembuluh darah. Kondisi ini bisa berupa penyempitan atau kontraksi maupun pelebaran atau relaksasi. Kontraksi menyebabkan tekanan darah meningkat, sedangkan relaksasi menyebabkan tekanan darah menurun.
Lebih jauh, pembuluh darah terdiri dari lima jenis utama. Berikut adalah jenis pembuluh darah dan fungsi normalnya.
1. Pembuluh vena, yaitu pembuluh balik yang membawa darah ke jantung. Vena memiliki katup yang berfungsi menghentikan darah agar tidak mengalir menjauhi jantung.
2. Pembuluh venula, merupakan kumpulan pembuluh kapiler yang bersatu. Venula mengumpulkan darah dari pembuluh kapiler dan mengalirkannya ke pembuluh vena.
3. Pembuluh kapiler, merupakan pembuluh kecil dengan dinding sangat tipis yang menghubungkan arteriol dengan venula. Pembuluh kapiler disebut juga dengan pembuluh pertukaran. Ini karena pembuluh ini bisa dilewati darah bersih yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh dan bisa juga menerima zat sisa dari jaringan tubuh.
4. Arteriol, merupakan pembuluh arteri dengan ukuran terkecil. Tugasnya mengirimkan darah ke pembuluh kapiler. Selain itu, arteriol mampu berkontraksi dan berelaksasi untuk mengendalikan jumlah darah yang masuk ke pembuluh kapiler.
5. Arteri, bertugas membawa darah dari jantung menuju organ-organ lainnya. Arteri merespons sinyal dari sistem saraf untuk kontraksi maupun relaksasi. Ukuran arteri sendiri bervariasi. Arteri-arteri dengan ukuran terbesar memiliki serat elastis tersendiri pada dindingnya untuk membantu kinerja jantung.
Akibat gangguan kesehatan, pembuluh darah bisa pecah dan menimbulkan perdarahan. Berikut adalah beberapa kondisi pembuluh darah pecah yang umum terjadi.
* Pembuluh Darah Pecah di Dalam Kulit
Ketika pembuluh darah pecah, darah keluar dari pembuluh dan masuk ke tubuh. Kemungkinan Anda dapat melihat darah di bawah lapisan kulit ketika kondisi semacam ini terjadi. Ketika Anda menekan kulit di area tersebut, warnanya akan tetap merah. Padahal, normalnya ketika kulit ditekan akan meninggalkan warna putih dan berangsur merah kembali.
Penyebab kondisi ini biasanya adalah kejadian kecil seperti memar. Perdarahan di dalam kulit juga bisa disebabkan oleh reaksi alergi, infeksi darah, cedera, melahirkan, efek samping obat atau kemoterapi maupun radiasi, gangguan autoimun, ataupun proses penuaan normal. Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan infeksi dan penyakit yang lebih serius seperti leukimia atau kanker darah, meningitis atau radang selaput otak, maupun sepsis atau peradangan pada seluruh tubuh akibat infeksi bakteri.
Segera cari bantuan medis bila terdapat perdarahan di dalam kulit yang disertai pembengkakan pada kaki dan tangan, area yang berdarah terasa nyeri dan warnanya menjadi lebih gelap, dan perdarahan terjadi di seluruh kulit.
* Pembuluh Darah Pecah di Mata
Salah satu perdarahan di mata adalah perdarahan subkonjungtiva, terjadi ketika pembuluh darah di bawah lapisan transparan mata (konjungtiva) pecah. Ketika mengalami kondisi ini, Anda mungkin tidak menyadarinya sebelum Anda bisa pastikan dengan bercermin karena biasanya tidak terasa sakit. Biasanya hanya terasa seperti tergores dan tidak mengubah daya penglihatan. Bagian putih mata akan berwarna merah terang. Konjungtiva tidak bisa menyerap darah dengan cepat, sehingga darah terjebak di bawah lapisan ini.
Perdarahan subkonjungtiva bisa disebabkan terlalu keras bersin atau batuk, mengangkat barang berat, muntah, atau cedera mata akibat infeksi berat, mengucek mata terlalu kasar, maupun trauma seperti benda asing melukai mata Anda. Kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, diabetes, atau konsumsi obat-obatan pengencer darah bisa menjadi faktor risiko terjadinya perdarahan subkonjungtiva.
Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan dapat pulih dalam 1-2 minggu. Anda mungkin memerlukan tetes mata seperti air mata buatan untuk menyejukkan mata. Bila perdarahan konjungtiva yang Anda alami berulang, dianjurkan menjalani pemeriksaan medis yang lebih detail.
* Pembuluh Darah Pecah di Otak
Perdarahan di otak merupakan salah satu penyebab stroke. Hal ini disebabkan arteri pada otak pecah, sehingga terjadi perdarahan lokal di sekitar jaringan. Perdarahan ini membunuh sel-sel otak. Ketika darah yang keluar dari pembuluh yang pecah mencapai jaringan otak, otak akan membengkak karena dipenuhi darah. Kondisi ini meningkatkan tekanan di sekitar jaringan otak dan mengurangi aliran darah ke otak, sehingga sel otak dapat mati.
Pemulihan dari kondisi ini tergantung kepada seberapa luas perdarahan yang terjadi dan ukuran pembengkakan. Pasien mungkin bisa mengalami komplikasi, seperti kehilangan fungsi otak, bahkan kematian. Meski begitu, pada sebagian kasus pasien dapat pulih sepenuhnya.
Penyebab kondisi ini antara lain tekanan darah tinggi, trauma kepala, ketidaknormalan pembuluh darah, aneurisma, tumor otak, amyloid angiopathy, serta penyakit hati. Segera cari bantuan medis bila Anda mengalami gejala perdarahan otak atau mengetahui orang lain mengalaminya.
Gejalanya antara lain sakit kepala berat secara tiba-tiba, mual atau muntah, kejang padahal belum pernah kejang, kesulitan untuk berbicara, mengunyah, menulis, atau memahami pembicaraan, perubahan daya penglihatan, serta kehilangan keseimbangan, koordinasi, atau kesadaran.
Keberlangsungan hidup manusia ditopang oleh sistem peredaran darah yang sehat dan lancar. Oleh karena itu, kesehatan kardiovaskular atau sistem peredaran darah dan jantung perlu senantiasa dijaga. Terapkanlah pola hidup sehat dengan tidak merokok, rutin berolahraga, dan menjalani pola makan yang sehat. Selain itu, berkendaralah dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan untuk menghindari cedera yang bisa memicu perdarahan akibat kecelakaan.
Selain berperan penting untuk transportasi darah, pembuluh darah juga berkontribusi kepada pengendalian tekanan darah. Namun, pengendalian tekanan darah tidak hanya dilakukan oleh pembuluh darah. Tubuh manusia secara keseluruhan juga didukung oleh sistem kerja yang mencakup sinyal dari otak dan sistem saraf, hormon, serta respons alami pembuluh darah. Senyawa kimia tertentu dalam tubuh bisa menyebabkan respons terhadap pembuluh darah. Kondisi ini bisa berupa penyempitan atau kontraksi maupun pelebaran atau relaksasi. Kontraksi menyebabkan tekanan darah meningkat, sedangkan relaksasi menyebabkan tekanan darah menurun.
Lebih jauh, pembuluh darah terdiri dari lima jenis utama. Berikut adalah jenis pembuluh darah dan fungsi normalnya.
1. Pembuluh vena, yaitu pembuluh balik yang membawa darah ke jantung. Vena memiliki katup yang berfungsi menghentikan darah agar tidak mengalir menjauhi jantung.
2. Pembuluh venula, merupakan kumpulan pembuluh kapiler yang bersatu. Venula mengumpulkan darah dari pembuluh kapiler dan mengalirkannya ke pembuluh vena.
3. Pembuluh kapiler, merupakan pembuluh kecil dengan dinding sangat tipis yang menghubungkan arteriol dengan venula. Pembuluh kapiler disebut juga dengan pembuluh pertukaran. Ini karena pembuluh ini bisa dilewati darah bersih yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh dan bisa juga menerima zat sisa dari jaringan tubuh.
4. Arteriol, merupakan pembuluh arteri dengan ukuran terkecil. Tugasnya mengirimkan darah ke pembuluh kapiler. Selain itu, arteriol mampu berkontraksi dan berelaksasi untuk mengendalikan jumlah darah yang masuk ke pembuluh kapiler.
5. Arteri, bertugas membawa darah dari jantung menuju organ-organ lainnya. Arteri merespons sinyal dari sistem saraf untuk kontraksi maupun relaksasi. Ukuran arteri sendiri bervariasi. Arteri-arteri dengan ukuran terbesar memiliki serat elastis tersendiri pada dindingnya untuk membantu kinerja jantung.
Akibat gangguan kesehatan, pembuluh darah bisa pecah dan menimbulkan perdarahan. Berikut adalah beberapa kondisi pembuluh darah pecah yang umum terjadi.
* Pembuluh Darah Pecah di Dalam Kulit
Ketika pembuluh darah pecah, darah keluar dari pembuluh dan masuk ke tubuh. Kemungkinan Anda dapat melihat darah di bawah lapisan kulit ketika kondisi semacam ini terjadi. Ketika Anda menekan kulit di area tersebut, warnanya akan tetap merah. Padahal, normalnya ketika kulit ditekan akan meninggalkan warna putih dan berangsur merah kembali.
Penyebab kondisi ini biasanya adalah kejadian kecil seperti memar. Perdarahan di dalam kulit juga bisa disebabkan oleh reaksi alergi, infeksi darah, cedera, melahirkan, efek samping obat atau kemoterapi maupun radiasi, gangguan autoimun, ataupun proses penuaan normal. Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan infeksi dan penyakit yang lebih serius seperti leukimia atau kanker darah, meningitis atau radang selaput otak, maupun sepsis atau peradangan pada seluruh tubuh akibat infeksi bakteri.
Segera cari bantuan medis bila terdapat perdarahan di dalam kulit yang disertai pembengkakan pada kaki dan tangan, area yang berdarah terasa nyeri dan warnanya menjadi lebih gelap, dan perdarahan terjadi di seluruh kulit.
* Pembuluh Darah Pecah di Mata
Salah satu perdarahan di mata adalah perdarahan subkonjungtiva, terjadi ketika pembuluh darah di bawah lapisan transparan mata (konjungtiva) pecah. Ketika mengalami kondisi ini, Anda mungkin tidak menyadarinya sebelum Anda bisa pastikan dengan bercermin karena biasanya tidak terasa sakit. Biasanya hanya terasa seperti tergores dan tidak mengubah daya penglihatan. Bagian putih mata akan berwarna merah terang. Konjungtiva tidak bisa menyerap darah dengan cepat, sehingga darah terjebak di bawah lapisan ini.
Perdarahan subkonjungtiva bisa disebabkan terlalu keras bersin atau batuk, mengangkat barang berat, muntah, atau cedera mata akibat infeksi berat, mengucek mata terlalu kasar, maupun trauma seperti benda asing melukai mata Anda. Kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, diabetes, atau konsumsi obat-obatan pengencer darah bisa menjadi faktor risiko terjadinya perdarahan subkonjungtiva.
Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan dapat pulih dalam 1-2 minggu. Anda mungkin memerlukan tetes mata seperti air mata buatan untuk menyejukkan mata. Bila perdarahan konjungtiva yang Anda alami berulang, dianjurkan menjalani pemeriksaan medis yang lebih detail.
* Pembuluh Darah Pecah di Otak
Perdarahan di otak merupakan salah satu penyebab stroke. Hal ini disebabkan arteri pada otak pecah, sehingga terjadi perdarahan lokal di sekitar jaringan. Perdarahan ini membunuh sel-sel otak. Ketika darah yang keluar dari pembuluh yang pecah mencapai jaringan otak, otak akan membengkak karena dipenuhi darah. Kondisi ini meningkatkan tekanan di sekitar jaringan otak dan mengurangi aliran darah ke otak, sehingga sel otak dapat mati.
Pemulihan dari kondisi ini tergantung kepada seberapa luas perdarahan yang terjadi dan ukuran pembengkakan. Pasien mungkin bisa mengalami komplikasi, seperti kehilangan fungsi otak, bahkan kematian. Meski begitu, pada sebagian kasus pasien dapat pulih sepenuhnya.
Penyebab kondisi ini antara lain tekanan darah tinggi, trauma kepala, ketidaknormalan pembuluh darah, aneurisma, tumor otak, amyloid angiopathy, serta penyakit hati. Segera cari bantuan medis bila Anda mengalami gejala perdarahan otak atau mengetahui orang lain mengalaminya.
Gejalanya antara lain sakit kepala berat secara tiba-tiba, mual atau muntah, kejang padahal belum pernah kejang, kesulitan untuk berbicara, mengunyah, menulis, atau memahami pembicaraan, perubahan daya penglihatan, serta kehilangan keseimbangan, koordinasi, atau kesadaran.
Keberlangsungan hidup manusia ditopang oleh sistem peredaran darah yang sehat dan lancar. Oleh karena itu, kesehatan kardiovaskular atau sistem peredaran darah dan jantung perlu senantiasa dijaga. Terapkanlah pola hidup sehat dengan tidak merokok, rutin berolahraga, dan menjalani pola makan yang sehat. Selain itu, berkendaralah dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan untuk menghindari cedera yang bisa memicu perdarahan akibat kecelakaan.
Tanda-tanda Kehamilan yang Wajib Diketahui
Terlambat datang bulan adalah salah satu tanda-tanda kehamilan. Namun Anda dapat mengenali beberapa gejala lain bahkan sebelum keterlambatan haid terdeteksi.
1. Perubahan pada payudara
Perubahan hormon pada awal kehamilan dapat membuat payudara terasa lebih padat, sensitif, dan lebih kencang. Puting terlihat lebih muncul dan berwarna lebih gelap dengan pembuluh darah yang lebih tampak pada permukaan kulit payudara.
2. Lebih sering buang air kecil
Perubahan hormon juga menyebabkan kebanyakan wanita lebih sering ingin buang air kecil pada awal kehamilan, terutama di malam hari. Di tahap kehamilan selanjutnya, keinginan buang air kecil lebih disebabkan oleh pembesaran rahim yang menekan kantong kemih.
3. Merasa sangat lelah
Kelelahan yang tidak tertahankan dan sering tanpa sebab dapat menjadi tanda-tanda kehamilan pada tahap awal. Gejala ini dapat berlanjut terutama pada 3 bulan awal masa kehamilan. Hindari menangani kelelahan dengan mengonsumsi kafein yang dapat membahayakan janin.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh meningkatnya kadar progesteron dan perubahan pada produksi darah, detak jantung, dan metabolisme tubuh. Jika tidak dikelola dengan baik, kelelahan ini dapat merujuk kepada depresi.
4. Mual dan muntah
Sekitar 50% wanita hamil mengalami mual dan muntah yang sering terjadi kira-kira sebulan setelah haid terakhir. Pada beberapa wanita, mual dapat terjadi hanya di pagi hari, yang lebih dikenal dengan sebutan morning sickness. Namun pada wanita lain, kondisi ini dapat terjadi sepanjang hari. Situasi ini lebih sering terjadi di pagi hari karena naiknya asam lambung di malam hari dan naiknya kadar hormon beta-HCG.
Mual dan muntah dapat dicegah dengan menjaga perut agar tidak kosong, terutama saat Anda mengonsumsi vitamin. Konsumsilah makanan sedikit demi sedikit, tapi lebih sering. Mengonsumsi permen mint atau jeruk juga dapat meringankan gejala. Umumnya mual dan muntah akan berlalu setelah 5 bulan kehamilan.
5. Sensitif terhadap bau
Mual yang dialami pada awal kehamilan umumnya mungkin disebabkan oleh indera penciuman yang menjadi lebih tajam terhadap bau-bauan tertentu, baik yang beraroma positif seperti minyak wangi atau yang beraroma negatif seperti asap rokok. Makanan dengan aroma tertentu yang biasa dikonsumsi pun tiba-tiba membuat mual, terutama yang beraroma kuat seperti telur dan bawang.
6. Hilangnya nafsu makan
Peningkatan kadar hormon beta-hCG (human chorionic gonadotrophin) dan sensitifitas terhadap bau-bauan dapat membuat wanita hamil menjadi tidak berselera menyantap makanan yang sebelumnya biasa dikonsumsi.
7. Konstipasi
Perubahan hormon dapat menyebabkan kerja sistem pencernaan melambat sehingga menimbulkan kondisi sembelit.
8. Suasana hati yang mudah berubah
Perubahan hormon juga dapat membuat Anda merasa lebih emosional. Suasana hati cepat berubah tanpa alasan yang jelas.
9. Pusing
Pusing kerap dirasakan di awal kehamilan akibat turunnya tekanan darah dan menyempitnya pembuluh darah.
10. Bercak darah
Terkadang kehamilan diawali dengan bercak-bercak darah yang keluar dari vagina. Kondisi ini terjadi sekitar 10 hari setelah pembuahan, ketika sel telur yang sudah dibuahi mencapai dinding rahim.
11. Terlambat datang bulan
Terlambat datang bulan adalah tanda paling terlihat pada wanita hamil. Ini berarti sel telur telah dibuahi sehingga tidak meluruh bersama dinding rahim menjadi menstruasi.
12. Tes Kehamilan
Semua kondisi di atas, sayangnya, tidak selalu merujuk kepada tanda-tanda kehamilan, melainkan juga dapat menjadi tanda adanya penyakit. Beberapa wanita bahkan juga tidak merasakan satu gejala pun di atas sebelum hamil.
Menggunakan alat tes kehamilan (test pack) yang dijual bebas di pasaran dapat menentukan kepastian kehamilan. Tes kehamilan bekerja dengan mendeteksi hormon hCG yang diproduksi sepekan setelah pembuahan terjadi.
Tes kehamilan dilakukan dengan mengambil sampel urin, terutama di pagi hari. Tempatkan urin pada wadah yang bersih, kemudian celupkan alat uji ke dalamnya. Hasil positif ditunjukkan dengan kemunculan dua garis merah dan hasil negatif ditunjukkan dengan kemunculan satu garis merah.
Kemunculan hasil positif kemungkinan besar akurat. Namun jika hasil Anda negatif, ulangi tes sepekan kemudian untuk memastikan hasil. Pastikan hasil dengan memeriksakan diri ke dokter kandungan.
1. Perubahan pada payudara
Perubahan hormon pada awal kehamilan dapat membuat payudara terasa lebih padat, sensitif, dan lebih kencang. Puting terlihat lebih muncul dan berwarna lebih gelap dengan pembuluh darah yang lebih tampak pada permukaan kulit payudara.
2. Lebih sering buang air kecil
Perubahan hormon juga menyebabkan kebanyakan wanita lebih sering ingin buang air kecil pada awal kehamilan, terutama di malam hari. Di tahap kehamilan selanjutnya, keinginan buang air kecil lebih disebabkan oleh pembesaran rahim yang menekan kantong kemih.
3. Merasa sangat lelah
Kelelahan yang tidak tertahankan dan sering tanpa sebab dapat menjadi tanda-tanda kehamilan pada tahap awal. Gejala ini dapat berlanjut terutama pada 3 bulan awal masa kehamilan. Hindari menangani kelelahan dengan mengonsumsi kafein yang dapat membahayakan janin.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh meningkatnya kadar progesteron dan perubahan pada produksi darah, detak jantung, dan metabolisme tubuh. Jika tidak dikelola dengan baik, kelelahan ini dapat merujuk kepada depresi.
4. Mual dan muntah
Sekitar 50% wanita hamil mengalami mual dan muntah yang sering terjadi kira-kira sebulan setelah haid terakhir. Pada beberapa wanita, mual dapat terjadi hanya di pagi hari, yang lebih dikenal dengan sebutan morning sickness. Namun pada wanita lain, kondisi ini dapat terjadi sepanjang hari. Situasi ini lebih sering terjadi di pagi hari karena naiknya asam lambung di malam hari dan naiknya kadar hormon beta-HCG.
Mual dan muntah dapat dicegah dengan menjaga perut agar tidak kosong, terutama saat Anda mengonsumsi vitamin. Konsumsilah makanan sedikit demi sedikit, tapi lebih sering. Mengonsumsi permen mint atau jeruk juga dapat meringankan gejala. Umumnya mual dan muntah akan berlalu setelah 5 bulan kehamilan.
5. Sensitif terhadap bau
Mual yang dialami pada awal kehamilan umumnya mungkin disebabkan oleh indera penciuman yang menjadi lebih tajam terhadap bau-bauan tertentu, baik yang beraroma positif seperti minyak wangi atau yang beraroma negatif seperti asap rokok. Makanan dengan aroma tertentu yang biasa dikonsumsi pun tiba-tiba membuat mual, terutama yang beraroma kuat seperti telur dan bawang.
6. Hilangnya nafsu makan
Peningkatan kadar hormon beta-hCG (human chorionic gonadotrophin) dan sensitifitas terhadap bau-bauan dapat membuat wanita hamil menjadi tidak berselera menyantap makanan yang sebelumnya biasa dikonsumsi.
7. Konstipasi
Perubahan hormon dapat menyebabkan kerja sistem pencernaan melambat sehingga menimbulkan kondisi sembelit.
8. Suasana hati yang mudah berubah
Perubahan hormon juga dapat membuat Anda merasa lebih emosional. Suasana hati cepat berubah tanpa alasan yang jelas.
9. Pusing
Pusing kerap dirasakan di awal kehamilan akibat turunnya tekanan darah dan menyempitnya pembuluh darah.
10. Bercak darah
Terkadang kehamilan diawali dengan bercak-bercak darah yang keluar dari vagina. Kondisi ini terjadi sekitar 10 hari setelah pembuahan, ketika sel telur yang sudah dibuahi mencapai dinding rahim.
11. Terlambat datang bulan
Terlambat datang bulan adalah tanda paling terlihat pada wanita hamil. Ini berarti sel telur telah dibuahi sehingga tidak meluruh bersama dinding rahim menjadi menstruasi.
12. Tes Kehamilan
Semua kondisi di atas, sayangnya, tidak selalu merujuk kepada tanda-tanda kehamilan, melainkan juga dapat menjadi tanda adanya penyakit. Beberapa wanita bahkan juga tidak merasakan satu gejala pun di atas sebelum hamil.
Menggunakan alat tes kehamilan (test pack) yang dijual bebas di pasaran dapat menentukan kepastian kehamilan. Tes kehamilan bekerja dengan mendeteksi hormon hCG yang diproduksi sepekan setelah pembuahan terjadi.
Tes kehamilan dilakukan dengan mengambil sampel urin, terutama di pagi hari. Tempatkan urin pada wadah yang bersih, kemudian celupkan alat uji ke dalamnya. Hasil positif ditunjukkan dengan kemunculan dua garis merah dan hasil negatif ditunjukkan dengan kemunculan satu garis merah.
Kemunculan hasil positif kemungkinan besar akurat. Namun jika hasil Anda negatif, ulangi tes sepekan kemudian untuk memastikan hasil. Pastikan hasil dengan memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Subscribe to:
Comments (Atom)
















